Thursday, 15 December 2011

RI Akhirnya Raih Peringkat Investment Grade

Indonesia akhirnya meraih peringkat investment grade setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menaikkan peringkat long term foreign dan local currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi BBB- dari BB+. Outlook atas kedua peringkat tersebut stabil.

Sementara itu, country ceiling dinaikkan menjadi BBB, dan short term foreign-currency IDR dinaikkan menjadi F3. "Kenaikan peringkat ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resilien, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, serta kerangka kebijakan makro yang hati-hati," kata Grup Direktur Fitch's Asia-Pacific Sovereign Ratings, Philip McNicholas, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Kamis, 15 Desember 2011.

Fitch memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rata-rata lebih dari enam persen per tahun selama periode proyeksi (hingga 2013), meskipun kondisi ekonomi global yang kurang kondusif. Fitch juga menilai ekonomi Indonesia yang berorientasi domestik dan keberhasilan menciptakan pertumbuhah ekonomi yang relatif kuat tanpa menimbulkan ketidakseimbangan eksternal.
Utang publik yang rendah dan suku bunga riil yang positif menyediakan otoritas fleksibilitas kebijakan untuk merespons pelambatan. "Tingkat kepercayaan yang lebih tinggi atas kerangka kebijakan makro adalah kunci dari kenaikan peringkat ini," ujarnya.

Kenaikan peringkat juga didasarkan toleransi penguatan mata uang nominal dalam kerangka kebijakan moneter, pengetatan kebijakan jika inflasi mencapai single digit, dan kebijakan fiskal yang hati-hati.
Fitch berpendapat, profil kredit ini memiliki toleransi pada peringkat utang yang baru. Kondisi ini mengacu pada kenaikan defisit fiskal, bila Undang Undang Pengadaan Lahan mengarah kepada belanja infrastruktur publik yang lebih tinggi.

Rasio utang pemerintah bruto terhadap PDB diperkirakan turun dari 26 persen pada akhir 2010 menjadi 25 persen pada akhir 2011, jauh di bawah median BBB yaitu 36 persen. Selain itu, rasio utang terhadap pendapatan diproyeksikan turun dari 163 persen pada akhir 2010 menjadi mendekati proyeksi median BBB 126 persen pada 2012, meski ada kelemahan struktural fiskal berupa pendapatan yang rendah --hanya 17 persen dari PDB dibandingkan median BBB 33 persen.

Fitch menilai, Indonesia memiliki kelemahan struktural yang sudah lama yaitu pendapatan rendah US$3.600 per tahun, dibanding median BBB US$9.800 pada 2011. Masalah lainnya yaitu infrastruktur lemah dan korupsi yang harus diatasi. Namun, fundamental struktural Indonesia bukanlah yang terlemah dalam kategori ini, dan hal ini tidak membatasi peringkat untuk dinaikkan menjadi BBB-.

Sumber: VivaNews

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)