Tuesday, 7 April 2015
Thursday, 26 February 2015
TNI Turun Tangan Jika Polri dan KPK Ganggu Keamanan
Komentar SBY Soal Polemik KPK-Polri Era Jokowi
Sunday, 9 September 2012
Senjata Pindad Pukau Dunia
Wednesday, 6 June 2012
Indonesia, Belanda kerja sama produksi kapal PKR
Kontrak pengadaan Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ediwan Prabowo dengan Direktur Naval Sale of Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Evert Van den Broek, di Kantor Kemhan di Jakarta, Selasa.
Kabaranahan Mayjen TNI Ediwan Prabowo usai menandatangani kerja sama itu mengatakan bahwa DSNS telah memutuskan untuk memberikan Transfer of Technology (ToT) dalam konstruksi dan pembangunan Kapal PKR 10514 kepada PT PAL Indonesia.
Menurut dia, kapal PKR 10514 ini akan dibanggun di tiga tempat, yaitu di PT PAL Indonesia, Vlisingen, dan Galatz di Belanda, sementara untuk perakitan akan dilakukan di PT PAL.
Kerja sama ini, kata dia, merupakan awal yang baik dari industri pertahanan dalam negeri, khususnya PT PAL Indonesia dalam mengembangkan kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) dan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang akan melakukan rencana induk revitalisasi industri pertahanan dalam rangka mendorong dan meningkatkan industri pertahanan dalam negeri.
"Pengadaan Kapal KPR 10514 ini dalam rangka untuk memperkuat alutsista di Jajaran TNI AL guna mendukung tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta tugas-tugas tempur lainnya," kata Ediwan.
Kapal PKR ini juga diperlukan untuk memberikan deterent effect atau efek gentar bagi pihak mana pun yang akan mencoba menganggu kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.
Kapal ini memiliki kemampuan yang cukup tangguh dan dapat memberikan efek getar bagi pihak lawan, tuturnya.
Bahkan, kata Ediwan, kapal ini dapat bertempur dengan kemampuan antiserangan udara, antiserangan kapal selam, dan antiserangan kapal atas air. "Kapal ini cukup hebat, kami beruntung melakukan kerja sama ini," ujarnya.
Ediwan pun memaparkan kapal PKR 10514 ini dilengkapi dengan main engine 2xdiesel engine, 2xE Drive (CODOE). Diesel Generator 4x715 kw, dan 2x435 kw, dan Gear Box CODOE, heavy duty. Combat System, yaitu persenjataan antiserangan udara, antiserangan kapal selam, dan antiserangan kapal atas air.
Harga kapal PKR 10514 per unitnya sebesar 220 juta dolar Amerika dengan waktu penyelesaiannya selama 49 bulan.
Data teknis platform, yaitu LOA 105 meter, lebar 14 meter, draft 3,7 meter, displacement 2.335 ton, speed max/cruise/economic 28/18/14 knot, range at 14/18 knot 5.000 NM, edurance 20 hari, sea keepinh upto sea state 5, crews 120 orang, helli pad 10 ton.
Wednesday, 2 May 2012
KRI Sura selesaikan misi patroli terkoordinasi perbatasan
Sunday, 18 March 2012
Menegristek Luncurkan Multi Radar Paramater dan Triton INA Bouy
Hafiz Online - SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development) merupakan program pemerintah Jepang yang mempromosikan kolaborasi penelitian internasional yang menargetkan isu-isu global dengan melibatkan kemitraan antara peneliti di Jepang dan peneliti di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Proyek SATREPS diharapkan membuahkan hasil dan potensi untuk pemanfaatan praktis, serta dapat meningkatkan kapasitas penelitian di negara berkembang.Hal itu dikemukakan oleh Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar saat menghadiri “On the Friends of SATREPS (FOS) Workshop and Launching of Multi Parameter Radar and INA TRITON Buoy”yang digelar di Gedung II BPPT Ruang Komisi Utama Lantai 3, Jakarta, pada senin , 12 Maret 2012.
Dua radar yang diperkenalkan yaitu Multi Radar Parameter (MPR) dan TRITON INA Bouy yang telah diluncurkan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta bertempat BPPT. Multi Radar Parameter (MPR) bisa memberikan resolusi yang lebih baik dalam 100 distribusi curah hujan lebih dari 150 m cakupan kilometer.
“Alat ini akan sangat membantu kita untuk mengidentifikasi skala kecil proses fisik memiliki dampak kerusakan kepada masyarakat,” ujar Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengatakan, workshop ini merupakan forum yang baik untuk mensosialisasikan ilmu yang sedang berlangsung dan kemitraan teknologi antara BPPT dan JAMSTEC kepada masyarakat di Indonesia.
“Melalui kemitraan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sebuah proyek bersama yang dapat menghasilkan upaya untuk mencegah potensi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim jangka pendek di kedua negara akan dilakukan,” kata Menegristek.
Proyek ini juga diharapkan dapat menghasilkan beberapa upaya yang dapat berkontribusi pada promosi kedua negara dalam masyarakat internasional melalui peningkatan prediksi yang akurat dari iklim global dengan menyediakan data pengamatan dan hasil karya ilmiah.
Menegristek juga melalui kemitraan tersebut dapat dikembangkan “Maritime Continent Center of Excellence” di Indonesia. Lembaga-lembaga seperti LAPAN, LIPI, BMKG dapat didorong untuk mengembangkannya.
Hal ini sejalan dengan program utama Kementerian Ristek yaitu Sistem Inovasi Nasional yang mendorong interaksi antara para pelaku yang terlibat dalam perekonomian seperti pengembang, pengguna dan perantara teknologi untuk meningkatkan daya saing dan jasa produksi Indonesia.
Kolaborasi R&D antaraIndonesia dan peneliti Jepang menerima 10% dari program SATREPS secara total. Menegristek berharap akan ada lebih R&D kolaborasi lagi di masa depan, oleh karena itu Menegristek mendorong untuk para peneliti Indonesia di BPPT, LIPI, LAPAN, BMKG, Univeristas, dan lainnya untuk menemukan pasangan mereka di Jepang dan mengajukan proposal untuk JST di Jepang dan departemen riset dan teknologi di Indonesia.
Hadir dalam acara tersebut, Deputi Bidang Relevansi dan Produktifitas IPTEK, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi Jaringan Media, Sri Setiawati dan sejumlah undangan lainnya.
Sumber: Ristek
Capai Keunggulan Pertahanan, RI Diminta Bangun Jejaring Penginderaan Maritim
Hafiz Online-PERUBAHAN situasi global menempatkan informasi sebagai senjata penting. Indonesia disarankan mengikuti kondisi ini untuk pengamanan wilayah lautnya.Situasi hari ini tidak lagi berpijak pada seberapa besar senjata yang dimiliki sebuah kapal perang, melainkan ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang dipunyai. Pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjajanto mengungkapkan, saat ini Indonesia perlu membangun Kewaspadaan Lingkungan Maritim atau Maritime Domain Awareness (MDA).
“Seberapa besar kita membangun informasi untuk intelijen, surveillance (pengawasan), pengamatan dan penginderaan,” kata Andi di Jakarta, Sabtu (17/3). Singapura dan Malaysia sudah lebih dulu membangun sistem MDA. Andi menjelaskan, Singapura bahkan memiliki pusat-pusat penginderaan di Changi.
”Agar tidak tertinggal dalam jejaring informasi intelijen, Indonesia harus segera membangun MDA secara serius,” katanya. Dengan MDA, jaminan keselamatan maritim tidak lagi diukur dalam skala nasional, tapi dalam ukuran global.
Salah satu bentuk pengumpulan informasi dari sistem MDA adalah dengan menerapkan sistem identifikasi pada kapal-kapal niaga. Sistem ini akan melaporkan kondisi di sekitar kapal tersebut kepada pusat kendali yang sekaligus menjadi bank informasi dan menjadi modal dalam pengamanan dan penegakan hukum di laut.
Sumber: Jurnas.com
Thursday, 19 January 2012
Filipina Pesan Kapal Perang dari Indonesia
Di tengah polemik rencana pembelian tank Leopard oleh Tentara Nasional Indonesia dari Belanda, industri berat Indonesia justru kebanjiran pesanan peralatan militer dari negara lain. Beberapa negara telah memesan sejumlah kendaraan militer, mulai panser hingga kapal patroli. Pemerintah Timor Leste, misalnya, mereka berencana membeli Patrol Boat buatan PT PAL Indonesia. Rencana itu telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat melawat ke Timor Leste."Jadi itu sebenarnya tindak lanjut dari kunjungan ke Timor Leste, mereka menghubungi PT PAL, mereka ingin membeli Patrol Boat," kata Purnomo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 18 Januari 2012.
Menurut Purnomo, pemerintah Indonesia mendukung rencana itu. "Jadi prosesnya B to B, bussines to bussines antara mereka dengan PT PAL langsung," ujar Purnomo.
Selain Timor Leste, pemerintah Filipina juga menyatakan minatnya membeli kapal patroli dari PAL. Mereka berencana akan membeli LPD Class atau Landing Platform Dock yang merupakan jenis kapal amfibi pengangkut peralatan militer. Kapal ini juga memiliki landasan helikopter. "Jadi kita dukung itu," tegasnya.
Permintaan serupa juga datang dari Malaysia. Negeri jiran tersebut tengah dalam proses pembelian Panser Anoa buatan PT Pindad. Purnomo menekankan Panser Anoa sudah digunakan dalam operasi peace keeping di Libanon dan sudah memperoleh sertifikan dari PBB. "Makanya mereka ingin membeli dari kita karena kita sudah mengirimkan (Anoa) ke Libanon," ungkapnya.
Sumber: Viva News
Monday, 9 January 2012
Pesawat tempur Super Tocano tiba Maret 2012
Malang - Empat dari 16 pesawat tempur Super Tucano A29 buatan Brazil direncanakan tiba pada Maret 2012 untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AU khususnya di Pangkalan Udara Abd Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara Abd Saleh, Kolonel Pnb Novianto Widadi, Minggu, mengatakan, secara umum Lanud Abd Saleh siap menyambut kedatangan pesawat tempur itu, dan akan menggantikan posisi pesawat tempur Oviten-10F Bronco yang sudah memasuki masa "grounded".
Kesiapan yang sudah dilakukan, meliputi sejumlah fasilitas pendukung di Lanud Abd Saleh, seperti shelter atau tempat lokasi parkir pesawat, serta 12 pilot khusus yang telah dilatih untuk menukangi pesawat tersebut.
"Kami terus menyiapkan pendukung lainnya untuk kedatangan pesawat tempur canggih itu, termasuk pilot khusus yang berusia minimal 24 hingga 35 tahun dan ahli dalam berbahasa inggris," katanya.
Dengan tibanya pesawat pada bulan Maret, diharapkan nantinya bisa dipertunjukan kepada masyarakat pada peringatan HUT TNI AU tanggal 9 April 2012.
Sementara itu, rencananya pesawat tersebut akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat, sebab pesawat itu memiliki keunggulan "close air support".
Selain itu, pesawat yang memiliki mesin tunggal buatan "Empresa Braziliera de Aeronautica", juga memiliki kemampuan menembakan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.
Pesawat itu nantinya tidak hanya digunakan sebagai pesawat latih, namun juga digunakan misi pengamanan wilayah perbatasan, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran batas negara oleh pihak lain.
"Total pesawat yang kita pesan sebanyak 16 unit, dan pengiriman akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan kedatangan empat unit pada Maret 2012, dan akan ditempatkan pada Skuadron 21 Lanud Abd Saleh," katanya.
Sumber: Antara News
Wednesday, 21 December 2011
Indonesia segera miliki kapal perang canggih "Trimaran" Produksi Indonesia
Banyuwangi - Indonesia segera memiliki satu kapal perang canggih berpeluru kendali "Trimaran" yang merupakan produk dalam negeri."Kapal ini terbuat dari serat karbon, dengan kecepatan 35 knot dan dipersenjatai peluru kendali yang memiliki jarak tembak 120 kilometer," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai meninjau industri kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan, dalam lima bulan mendatang kapal perang canggih yang merupakan prototipe itu langsung bisa dioperasionalkan memperkuat jajaran armada tempur TNI Angkatan Laut.
"TNI Angkatan Laut memesan empat unit kapal, dan dalam lima bulan mendatang sudah jadi satu kapal perang `Trimaran`, sedangkan tiga unit lainnya akan segera dibangun secara bertahap hingga 2014," kata Sjafrie menambahkan.
Satu unit kapal "Trimaran" dihargai sekitar Rp114 miliar yang diambil dari APBN 2011.
"Jika proyek pengadaan ini berhasil maka ini merupakan sejarah bagi Indonesia karena telah berhasil membuat kapal perang dengan komposit serat karbon, dan ini akan dipatenkan dan diekspor ke luar negeri," kata Sjafrie.
Direktur PT Lundin Industry Invest, John Lundin, mengatakan pihaknya telah melakukan ujicoba terhadap kapal dengan panjang sekitar 62,52meter tersebut.
"Ini merupakan kapal `Trimaran` pertama yang dibuat dari serat karbon. Amerika pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter namun dari bahan alumunium atau baja.
Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat airbus Boeing-777 dan mobil formula 1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja.
Kapal cepat berpeluru kendali itu memiliki panjang keseluruhan 62,53 meter, panjang "water line", 50,77 meter panjang "water draft" 1,17 meter, bobot mati 53,1 GT, kecepatan maksimum 30 knot, kecepatan jelajah 16 knot, dengan mesin utama 4X marine engines MAN nominal 1.800 PK.
Sumber: Antara News
Monday, 19 December 2011
SBY Resmikan Pangkalan Militer Masa Depan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) atau fasilitas pusat pemeliharaan perdamaian dan keamanan di kawasan Santi Dharma, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.“Kawasan ini, yang pembangunan tahap pertama akan kami resmikan hari ini, Insya Allah akan menjadi kawasan pendidikan, pelatihan, dan kajian yang lengkap, termasuk tempat untuk international event,” kata Yudhoyono di Sentul, Jawa Barat, Senin 19 Desember 2011.
Yudhoyono mengungkapkan, IPSC di Sentul itu ke depannya juga akan menjadi pangkalan militer, pusat pelatihan kontraterorisme, pelatihan tanggap budaya, serta kampus Universitas Pertahanan. “Kampus (Universitas Pertahanan) di Salemba tidak memadai. Maka akan dibangun di sini, sehingga fasilitas lebih lengkap,” ujar dia.
Yudhoyono juga meminta agar IPSC nantinya dilengkapi dengan tempat lomba tembak. Menurutnya, tim Indonesia kerap juara dalam lomba tembak. Oleh karena itu, Yudhoyono berharap agar suatu saat Indonesia dapat menjadi tuan rumah lomba tembak.
“Pemerintah, dalam hal ini Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan akan terus bekerja melengkapi kawasan ini,” terang Yudhoyono.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, IPSC berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan latihan serta memelihara kemampuan personel maupun satuan TNI yang disiapkan untuk operasi pemeliharaan perdamaian.
IPSC, menurut Purnomo, juga akan menjadi tempat perencanaan kebutuhan operasi, administrasi, dan logistik, dalam rangka pelaksanaan latihan bagi personel dan satuan TNI yang disiapkan untuk operasi pemeliharaan perdamaian.
Lokasi IPSC persisinya berada di kawasan Santi Dharma yang terletak di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. IPSC dibangun di area seluas 261 hektar lebih, di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, di kawasan perbukitan Sentul.
IPSC terdiri dari pusat pemeliharaan perdamaian, pusat pelatihan penanggulangan terorisme, pusat pelatihan penanggulangan bencana, pusat bahasa, dan markas pasukan siaga TNI. Area IPSC juga dilengkapi dengan fasilitas dari laboratorium bahasa, serta fasilitas latihan hingga mess bagi anggota TNI yang melaksanakan pendidikan.
IPSC ini akan berada di bawah komando perwira tinggi TNI berpangkat Brigadir Jenderal, dan wakilnya yang berpangkat kolonel. Setiap anggota TNI yang dilatih di sini merupakan anggota TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang telah melalui tahap seleksi.
Untuk menghijaukan kawasan IPSC yang berada di kawasan perbukitan ini, sebelumnya telah dilakukan penanaman 1 miliar pohon pada 28 November 2011 lalu. Penanaman pohon dilakukan langsung oleh Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, beserta Panglima TNI, Menteri Pertahanan, dan Menteri Kehutanan.
Sumber: Viva News
Tuesday, 16 August 2011
TNI Berhasil Ciptakan Prototipe Rantis 4 X 4
Jakarta — TNI kini memiliki Kendaraan Taktis (Rantis) 4 x 4 yang dikenal dengan 4-Wheels Drive (4WD atau 4 x 4), yaitu kendaraan taktis yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya, dengan tujuan mendapatkan traksi yang memadai dalam segala kondisi jalan. Penyerahan prototipe Rantis hasil Working Group TNI kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, dilakukan di Mabes TNI Cilangkap, Senin (8/8).
Dalam paparannya kepada Panglima TNI dan pejabat TNI, Kepala Subdinas Materiil Utama (Kasubdismatut) Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) Kolonel Kav Rihananto selaku Kepala Pelaksana Kegiatan (Kalakgiat) Rantis 4 x 4 TNI, menyampaikan kendaraan tersebut dapat digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjal, jalan licin ataupun jalan yang berlumpur.
Beberapa negara telah mengadopsi kendaraan taktis 4 x 4 untuk kepentingan militer, seperti AS (HUMVEE), Italia (IVECO), Cina (DongFeng Hummvee), Spanyol (EURO VAMTAC), Brazil (AV-VB4 RE 4 x 4 GUARA), Perancis (SHERPA) dan beberapa negara lainnya.
Cara kerja dari kendaraan 4 x 4 adalah mesin dihubungkan dengan differensial tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi. Biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan, dengan mengaktifkan tombol atau tuas tertentu.
Kendaraan taktis yang dimiliki oleh TNI saat ini belum standar, yakni terdiri dari beberapa produk seperti CJ-7 (USA), BEIJING (China), ISUZU OZ (Jepang), KIA KM-420 (Korea), LANDROVER (Inggris), UAS (Rusia) dan OVERLAND (Inggris) buatan tahun 1979-1981.
Konsekuensi dari keanekaragaman tersebut berdampak terhadap rumitnya pengoperasionalan dan pemeliharaan termasuk tukar alih suku cadang sehingga berpengaruh juga terhadap biaya pemeliharaan satuan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dibentuklah Working Group TNI guna mewujudkan suatu Prototipe Kendaraan Taktis 4 x 4 yang dapat mengakomodasi operational requirement satuan-satuan manuver dan untuk kepentingan pengamanan TNI.
Selain itu, diharapkan ke depan terdapat keseragaman atau standarisasi kendaraan taktis TNI. Mengacu kepada konsep Minimum Essential Forces (MEF) diharapkan TNI pada 2014 dapat memenuhi kebutuhan alutsista dengan prioritas produksi dalam negeri serta dalam rangka kemandirian alutsista.
Selain dari personel TNI, juga disertakan mitra industri untuk mendukung kegiatan pengerjaan teknis, yaitu PT. AUTOCAR, PT. Pindad, PT. Yudistira, PT. Petrodrill, PT. Gajah Tunggal, PT. Krakatau Steel, PT. Pilar Mas Kursindo, PT. Indo Pulley Perkasa dan PT. Alam Indomesin Utama.
Tampilan Rantis 4 x 4 tetap mengacu pada filosofi Hummvee USA, karena terbukti cukup tangguh, stabil dan fleksibel,” jelas Kolonel Kav Rihananto.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh Working Group TNI, sehingga dapat mewujudkan prototipe Rantis 4 x 4 yang direncanakan. Namun demikian, Panglima TNI mengharapkan prototipe ini terus disempurnakan sehingga dapat menghasilkan desain yang maksimal sesuai kebutuhan pengguna.
Sumber: Pelita Online
Wednesday, 20 April 2011
Turki Berharap Kerjasama Militer Segera Diwujudkan
Jakarta (Hafiz Online) - Presiden Republik Turki HE Abdullah Gul berharap sekali nota kesepahaman yang juga ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama kerjasama pada bidang industri pertahanan dan militer, bisa terwujud dalam waktu cepat."Pernyataan ini disampaikan beliau saat menerima Tim Komisi I DPR RI, pada hari Selasa (19/4) jam 16.20 waktu Turki di Istana Kepresidenan Cankaya," ungkap Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq melalui hubungan komunikasi internasional, Selasa malam.
Dia mengungkapkan, padapertemuan selama 45 menit tersebut berlangsung dialog yang sangat hangat dan positif.
"Presiden Turki yang didampingi salah seorang Ketua Parlemen, Mr Yasar Yakis yang juga mantan Menlu serta beberapa pejabat Kementrian Luar Negeri Turki, menyatakan kepuasannya atas kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu," ujarnya.
Presiden Turki, lanjut Mahfudz, berulangkali mengungkapkan harapannya untuk segera terwujudnya sejumlah MoU dengan Indonesia itu.
"Pada kesempatan itu, saya atas nama Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI (bidang Luar Negeri, Pertahanan, Intelijen, Komunikasi, Informasi) menyampaikan penghargaan atas kunjungan Presiden Turki ke Indonesia," kata Mahfudz.
Komisi I juga menyampaikan hasil pertemuan delegasi Indonesia dengan Parlemen Turki, Kementrian Pertahanan, Badan Intelijen dan sejumlah industri pertahanan yang berjalan positif dan konstruktif, bahkan tercapai kesepakatan-kesepakatan yang prospektif.
"Dari berbagai pertemuan ini, muncul kesan kuat, bahwa semua pihak di Turki berkomitmen penuh untuk membangun kerjasama dengan Indonesia, khususnya di bidang pengembangan industri pertahanan," demikian Mahfudz.
Selain Mahfudz, anggota delegasi Komisi I DPR RI ke Turki adalah Tri Tamtomo (Fraksi PDI Perjuangan), Guntur Sasono (Fraksi Partai Demokrat), Mahyudin dan M Ruslan (Fraksi Partai Golkar), Azwar Abubakar (Fraksi PAN), Amin Suparmin serta Daeng Sere (Fraksi PPP).
Mereka didampingi Dubes RI untuk Turki Nahari Agustini, Atase Pertahanan Kolonel Candra dan pejabat Kementerian Luar Negeri RI Fajar Wirawan.(AntaraNews.com)
Monday, 11 April 2011
Kopassus Siap Bebaskan Sandera Perompak
"Jika diminta Panglima (TNI) kami tentunya akan mendukung kebijakan atau perintah Panglima kepada Kopassus," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus di Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin, 11 Maret 2011.
Untuk operasi laut, Kopassus memiliki satu tim khusus operasi laut yang dibentuk dan dilatih bersama Angkatan Laut. "Tim pasukan katak."
Meski begitu, Jenderal bintang dua ini enggan memberikan informasi lebih jauh terkait pelaksanaan silent operation oleh TNI yang melibatkan anggota Kopassus atas perompak Somalia di Teluk Aden. "Bukan kami tapi dari TNI. Sekali lagi tolong tanyakan Panglima TNI," katanya.
Para perompak Somalia kini telah meningkatkan permintaan tebusan untuk pembebasan awak Kapal Sinar Kudus. Sebelumnya meminta tebusan US$2,6 juta, kini mereka menaikkannya menjadi US$3,5 juta.
Berdasarkan komunikasi terakhir antara nahkoda kapal, Slamet Juari, dan anaknya, Resky Judiana, pada Minggu pagi, 10 April 2011, para perompak akan menaikkan lagi permintaan uang tebusan untuk pembebasan 20 ABK itu.
Uang tebusan mungkin akan dinaikkan lagi karena tenggat kedua yang ditetapkan pembajak telah lewat, yakni pada Sabtu, 9 April 2011 kemarin. Hal ini karena pemerintah Indonesia tidak segera merespons tuntutan mereka.(Vivanews.com)
Tuesday, 21 September 2010
Kontingen Garuda Berangkat ke Lebanon
Surabaya: Panglima Komando Armada Timur beserta ratusan anak-anak dan istri prajurit TNI melepas keberangkatan Satuan Tugas Kontingen Garuda dalam misi perdamaian ke Lebanon, Senin (20/9). Satgas berkekuatan 100 personel ini berangkat menggunakan kapal perang Frans Kaisiepo 386. Tangis para istri serta anak-anak mewarnai pelepasan pasukan TNI AL di Dermaga Ujung Surabaya, Jawa Timur.Pasukan dari berbagai unsur TNI AL seperti pasukan katak, kesehatan, dan penyelam berangkat ke Lebanon dalam rangka misi perdamaian di perairan negara itu. Mereka akan bergabung dengan Satgas Maritime Task Force Konga 28. Pengiriman pasukan ini adalah yang kedua kalinya setelah misi yang sama dilakukan pada 2009 lalu.
Sumber: Liputan6.com
Sebanyak Tujuh Sukhoi Akan Meriahkan HUT TNI
Jakarta: Sebanyak tujuh pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara akan memeriahkan peringatan HUT TNI ke-65 pada 5 Oktober 2010. Peringatan ini akan berlangsung di Jakarta.Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Ahad (19/9) mengatakan, ketujuh pesawat Sukhoi yang akan tampil itu termasuk tiga pesawat sejenis yang baru tiba di Indonesia medio September 2010.
Pada medio September 2010, tiga pesawat Sukhoi tipe SU-27SKM tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makasar.
Sebelumnya, pada periode akhir 2008 hingga awal 2009, tiga pesawat Sukhoi jenis SU-30MKM telah tiba di tempat yang sama.
"Tiga unit Sukhoi yang baru tiba, dua sudah selesai dirakit dan satu diantaranya telah menjalani uji terbang. Satu unit terakhir masih dalam proses perakitan," kata Imam.
Ketujuh Sukhoi itu akan tampil dalam formasi terbang lintas. Peringatan HUT ke-65 TNI akan dipusatkan di Jakarta, dan dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sumber: Liputan6.com
Wednesday, 1 September 2010
Indonesia Bakal Punya Kapal Perang Terhebat di Asia
JAKARTA - Kementerian Pertahanan meluncurkan rencana pembangunan kapal perang Perusak Kawal Rudal (PKR), Senin (16/8/2010).
Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kapal perang PKR merupakan pertama dan terbesar yang akan dibuat di Indonesia.
"Di Asia hanya kapal perang Singapura yang kekuatannya seimbang dengan kapal ini, Malaysia punya, tapi ukurannya lebih kecil," kata Purnomo.
Acara yang digelar di Aula Kemenhan ini dihadiri Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana TNI Agus Suhartono, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, Dirut PT PAL Harsusanto, dan CEO PT Damen Hein Van Ameijden.
Kapal perang yang menelan biaya 170 juta Euro ini memiliki panjang 105 meter dan berat 2.400 ton akan dibiayai oleh APBN. Dalam pengerjaannya, Kemenhan menggandeng PT PAL Surabaya dan PT Damen yang berbasis di Belanda.
"Kami melibatkan PT Damen Belanda karena sebagian perangkat teknologi di kapal ini dari luar negeri," jelasnya.
Prinsipnya, pemerintah ingin mengembangkan industri dalam negeri, yang akan menyerap 1.500 tenaga kerja dan berpengaruh dengan industri lainnya.
"Ini komitmen kami untuk meningkatkan kualitas alutsista Indonesia," tegas Purnomo.
Sumber: Okezone.com
Menhan: TNI Terkuat di Asia Tenggara
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kembali menegaskan bahwa TNI kuat dan bahkan terkuat di Asia Tenggara. TNI juga serius dan tidak kompromi dalam menjaga keutuhan kedaulatan wilayah Indonesia.Hal itu dikatakan Purnomo dalam rapat bersama Komisi I DPR mengenai perbatasan berbasis maritim. Pernyataan tersebut disampaikannya terkait memanasnya hubungan Indonesia dan Malaysia akhir-akhir ini.
“Dalam latihan gabungan yang kita gelar beberapa kali, itu kan kita sebenarnya juga ingin mengintip kekuatan mereka seperti apa. Saya tanya kepada anak-anak muda (prajurit TNI) kita, katanya wah kita enggak kalah Pak,” papar Purnomo di ruang rapat Komisi I DPR, Jakarta, Selasa (31/8/2010).
Purnomo mencontohkan, dalam beberapa kasus penyerobotan wilayah Indonesia oleh nelayan dan militer negara lain, TNI Angkatan Laut selalu bertindak tegas dengan mengusir mereka ke luar.
“Dan sebentar lagi kita akan membangun kapal selam di dalam negeri. Ini bukan muluk-muluk akan kita mulai produksinya tahun depan. Tetapi bapak-bapak sekalian, kembali lagi masalahnya nanti tergantung kucuran dana,” katanya.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memaparkan Indonesia memiliki masalah perbatasan maritim dengan 10 negara yaitu India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Palau, Papua Newguinea, Australia dan Timor Leste dan perbatasan darat dengan Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Semua proses penyelesaian masalah perbatasan tersebut, Kata Marty, telah dan masih akan berlangsung, termasuk perundingan dengan Malaysia di Kinabalu 6 September mendatang.
Khusus dengan Malaysia, lanjut Marty, telah berlangsung 15 kali perundingan formal sejak 2005 dan terakhir kali berlangsung di Indonesia pada 14-15 Oktober 2009. Menurut dia, terdapat lima segmen persoalan yang belum selesai dibahas Indonesia dan Malaysia, baik menyangkut Batas Teritorial maupun Zona Ekonomi Eksklusif.
Kelima segmen itu adalah segmen Selat Malaka, Malaka Selatan, Selat Singapura, Laut Cina Selatan, dan Laut Sulawesi.
Sumber: Okezone.comWednesday, 25 August 2010
SBY Perintahkan Pembahasan Batas Maritim dengan Malaysia
Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan percepatan pembahasan batas maritim antara Indonesia dan Malaysia. "Perlu batas maritim [yang jelas] antara Indonesia dan Malaysia," kata Presiden SBY ketika buka puasa bersama kader Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Ahad (22/8) malam.Menurut Presiden, pembahasan batas maritim ini bertujuan menghindari perbedaan pendapat antarkedua negara. Presiden SBY telah memerintahkan menteri terkait mempercepat perundingan dengan Malaysia. Kepala Negara menjelaskan, letak geografis perairan Indonesia sangat rentan karena berbatasan langsung dengan tujuh negara.
Lebih jauh SBY mengatakan upaya perundingan bisa segera dimulai tanpa harus menunggu Malaysia menyelesaikan sengketa batas wilayah dengan Singapura. Saat ini, Malaysia sedang bersengketa dengan Singapura tentang klaim kepemilikan Pulau Batu Puteh. Sengketa sedang diproses di Mahkamah Internasional.
Sementara itu untuk memulai proses perundingan dengan negeri jiran, Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan segera menerima laporan dari menteri terkait pada pekan ini. Terutama terkait dengan kasus penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh kepolisian Malaysia beberapa waktu lalu.
Tiga petugas KKP yang ditangkap polisi Malaysia yakni Asriadi, Erwan, dan Seivo Grevo Wewengkang. Mereka ditangkap saat akan mengamankan sejumlah nelayan Malaysia yang masuk perairan Indonesia. Setelah melakukan perundingan, akhirnya petugas KKP itu dilepas bersamaan dengan pelepasan nelayan Malaysia.(ANT/JUM)
Sumber: Liputan6.com






