handphone-tablet
Showing posts with label Hankam Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Hankam Indonesia. Show all posts

Tuesday, 7 April 2015

Ini Dia Sniper Buatan Indonesia yang Bikin Dunia Terkesima


Jakarta - Indonesia patut bangga pada produk senjata buatan perusahaan BUMN, PT Pindad (Persero). Kenapa? Sebab, perusahaan yang bermarkas di Bandung tersebut mampu membuat senjata jenis Sniper yang memiliki kaliber peluru besar yaitu 12,7 milimeter (mm). Di dunia, cuma empat negara termasuk Indonesia yang sanggup membuat senjata ini.

Dikutip Liputan6.com dari situs resmi Pindad, Senin (6/4/2015), sniper yang dinamai SPR 2 ini adalah senapan anti materil yang merupakan anggota senapan array presesi tinggi yang dihasilkan oleh PT Pindad.

SPR 2 adalah senapan tembakan tunggal, memiliki aksi baut dengan penglihatan optik dan a malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. Tak hanya itu Sniper ini juga dilengkapi teknologi yang mampu melihat sasaran di malam hari.

Sniper ini menjadi senjata mematikan mengingat kemampuan yang dimiliki mampu menembus kendaraan tank baja, memiliki jangkauan tembak hingga 2 kilometer (km) dan memiliki tiga efek amunisi sekaligus yaitu menembus, membakar dan meledakkan.
Kemunculan sniper ini sempat membuat mata negara-negara maju di dunia tercengang, sebab sebelumnya hanya tiga negara yang mampu membuat sniper dengan kaliber besar ini, yaitu Amerika Serikat (AS) dan dua negara di Eropa.
 Berapa harganya?
Belum merambah pasar ekspor, saat ini Pindad tengah menggarap 150 pucuk sniper ini untuk Komando Pasukan Khusus (Kopasus). Mengenai harga per unitnya, SPR 2 ini dibanderol sekitar Rp 200 juta per pucuknya.

Dengan dilengkapinya Kopasus dengan senjata kelas dunia ini diharapkan akan meningkatkan kualitas Kopasus sebagai pasukan elit yang sudah banyak dikenal oleh dunia internasional.

Sebenarnya Pindad juga memiliki hasil produksi sniper selain jenis SPR 2, yaitu SPR 3. hanya saja untuk jenis SPR 3 ini kaliber pelurunya lebih kecil dibandingkan SPR 2, hanya 7.62 mm.

Dua sniper buatan Pindad ini pernah dipamerkan dalam Indo Defance pada akhir 2014 lalu di JIExpo Kemayoran, Jakarta, bersanding dengan produk pertahanan kelas dunia lainnya.

Semakin banyaknya varian produksi industri pertahanan ini menjadi bagian dari keinginan pemerintah untuk menciptakan kemadirian Indonesia dengan mampu menghasilkan persenjataan sendiri.
Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD Mayjen TNI Hinsa Siburian sebelumnya menyatakan kualitas produk alat utama sistem senjata (alutsista) PT Pindad semakin baik. Hal itu membuat prajurit Indonesia bertambah 'sakti' dalam menjalankan tugasnya.

"Adanya produk-produk PT Pindad, kesaktian para prajurit bertambah. Mereka memiliki sistem persenjataan yang semakin baik," kata Hinsa.

Ia menyebutkan, Pussenif TNI AD secara umum mempergunakan produk-produk senjata buatan BUMN Strategis itu. Penggunaan produk itu antara lain untuk senjata-senjata ringan dan amunisi hasil produk pabrikan tersebut.

Menurut dia, produk Pindad juga kian menjawab kebutuhan prajurit di lapangan. Sehingga bisa menuntaskan tugas-tugasnya dengan lebih efektif dan efisien dalam penggunaan alutsista.
Sumber: Liputan 6

Thursday, 26 February 2015

TNI Turun Tangan Jika Polri dan KPK Ganggu Keamanan


Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko akan turun tangan jika konflik yang terjadi di Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mulai dalam tahap yang genting.


Menurut Moeldoko, TNI tidak akan tinggal diam jika sampai konflik Polri dan KPK mulai memasuki tahap yang mengkhawatirkan dan berpotensi mengganggu keamanan nasional.

"Kalau sudah high intensive dan mengganggu kemanan nasional baru kita turun," kata Moeldoko, seusai memimpin suatu acara di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 18 Februari 2015.

Moeldoko menyatakan, saat ini, ia dan TNI tidak akan mau melibatkan diri dan terlibat dalam masalah itu. 

"TNI tidak mau melibatkan diri dan terlibat dalam masalah yang belum masuk domain TNI. Masalah hukum silakan ditangani (penegak hukum)," kata Moeldoko.

Moeldoko menilai, permasalahan politik dan hukum yang terjadi di Indonesia selama ini masih wajar. Ia menganggap bahwa hal tersebut adalah produk dari sebuah negara yang menganut paham demokrasi.

"Kita kan negara yang demokrasi, hal-hal itu masih wajar. Pergerakan dalam konteks politik dan hukum masih wajar," ujarnya.

Sumber: Vivanews

Komentar SBY Soal Polemik KPK-Polri Era Jokowi


Polemik antara KPK dan Polri tengah dalam upaya damai setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan membatalkan pelantikan Budi Gunawan dan mengajukan Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri, serta memberhentikan pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, untuk sementara dan menunjuk Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi sebagai pimpinan sementara. 

Terkait hal itu, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpendapat permasalahan polemik KPK dan Polri tersebut lebih tepat diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang mengambil keputusan, yakni Presiden Jokowi.

"Terkait KPK dan Polri itu kebijakan dari presiden yang berwenang pada saat ini, itu saja komentar saya," kata Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai menghadiri acara "Suistainable Bussines Award" di salah satu hotel di Jakarta, Rabu (25/2/2015) malam.

Selebihnya, Presiden ke-6 RI tersebut enggan berkomentar lagi mengenai kisruh KPK dan Polri era pemerintahan Presiden Jokowi, saat ini.

Dalam acara tersebut, SBY mendapat penghargaan yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan yang seimbang ketika masih menjabat sebagai Presiden RI. Ia hadir bersama dengan istrinya Ani Yudhoyono beserta dengan para pengawalnya.

SBY juga menyampaikan agar pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan tetap dijaga serta diteruskan pada pemerintahan yang sekarang. "Saya dedikasikan penghargaan ini kepada seluruh masyarakat Indonesia, semoga masih bisa diteruskan lebih baik pada pemerintahan sekarang," katanya.

Selain itu, Ketua Umum Partai Demokrat itu jgua berpesan kepada semua masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan demi keberlangsungan yang baik bagi generasi selanjutnya.

Dalam penghargaan ini, SBY juga menekankan pentingnya menjaga dua hal tersebut yaitu, pertumbuhan ekonomi yang baik dan lingkungan yang seimbang. "Tidak semuanya memahami tujuan besar dari dua hal tersebut, maka semua pihak harus bekerjasama menjaganya," ujarnya.

SBY juga yakin pada pemerintahan yang baru, pasti memperhatikan hal-hal tersebut. "Presiden Joko Widodo pasti juga akan menyadari pentingnya menjaga lingkungan yang baik demi menjaga masa depan anak-cucu bangsa, tanpa saya beri pesan apapun terkait hal ini," tandas SBY.

Pada 2012, SBY pernah menghadapi polemik serupa, yakni perseteruan antara KPK dan Polri yang mencuat di tengah kasus dugaan korupsi Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo. Saat itu, SBY berharap agar KPK dan Polri dapat memperbarui MoU, kemudian dipatuhi dan dijalankan. Selain itu, ia meminta kedua lembaga tersebut untuk terus meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam pemberantasan korupsi, sehingga peristiwa seperti ini tidak terulang di masa depan.
Sumber: Liputan6


Sunday, 9 September 2012

Senjata Pindad Pukau Dunia

Hafiz Online - Industri pertahanan militer Indonesia bukan hanya mulai menggeliat, tapi mulai beranjak menunjukkan kehebatannya. Beberapa negara di belahan dunia, jatuh hati pada produk senjata dan alat transportasi militer buatan Indonesia.
Salah satu produk senjata Indonesia yang menjadi buruan luar negeri adalah produks PT Pindad Indonesia. Tak hanya negara-negara ASEAN, kini senjata serta beberapa produk dari Pindad mulai masuk ke sejumlah negara di Afrika Asia Timur.
Malaysia, Brunei Darussalam, Uganda, Timor Leste, serta Irak merupakan daftar negara yang siap mengantre produk-produk buatan pabrikan Bandung, Jawa Barat itu.
Banyak alasan mereka mempercayakan Indonesia, khususnya Pindad untuk memperkuat militer negaranya. Berikut penjelasan Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono, saat wawancara khusus VIVAnews, Kamis 30 Agustus 2012 di Bandung: 
Sejak kapan Pindad promosi senjata?
PT Pindad saat ini tengah gencar melakukan program promosi ke sejumlah negara di benua Afrika. Kegiatan promosi  dilakukan dengan pemerintah, karena pemerintah melakukan promosi ke beberapa negara terkait industri pertahanan yang ada di Indonesia.
Produk-produk Pindad yang dilirik oleh negara seperti Irak dan Iran itu dikarenakan produk kita sangat simple, sederhana serta ringan. Jika dibandingkan dengan produk-produk Eropa yang karakteristiknya berat bodi dan tidak ringan, Irak menilai senjata Indonesia ringan dan santai dibawanya.
Negara mana saja yang pernah memesan produk Pindad? 
Sejumlah negara melirik industri militer Indonesia. Negara-negara balkan bahkan berminat dengan senjata produk Pindad. Penjajakan dengan negara Irak sendiri misalnya, sebenarnya sudah dilakukan sejak pendudukan Amerika berakhir tahun 2003 lalu.
Sejak saat itu pemerintah definitif Irak mencoba melakukan komunikasi dengan pemerintah RI. Komunikasi saat itu baru sebatas penjajakan tentang kerjasama berbagai hal. Baru untuk permasalahan industri pertahanan dibahas secara intensif sejak tahun 2008. Kebetulan saya juga menjadi Ketua Tim Koordinator kerjasama industri pertahanan ini dengan Irak.
Terakhir dari pihak Irak kesini 2004 awal kalau tidak salah. Kami sendiri baru pulang dari Irak 4 hari sebelum lebaran kemarin. Hasilnya, alhamdulilah positif bahwa Irak siap menjajaki secara serius tak hanya dengan Pindad, melainkan dengan seluruh industri Militer di Indonesia.
Apakah Irak dan negara lain akan memesan dalam jumlah besar?
Rencananya memang Irak akan bekerjasama dalam jumlah besar dengan Indonesia, tak hanya Pindad yang mendapatkan proyek besar dari Irak. PT PAL, PT DI (Dirgantara Indonesia), serta beberapa sentra industri kemiliteran menjadi tujuan Irak dalam membangkitkan kembali sistem pertahanan militernya.
Setelah perayaan HUT TNI ke-67 pada Oktober mendatang, Irak dipastikan akan memulai era baru kemiliterannya. Dalam perayaan HUT TNI Oktober 2012 mendatang akan ditampilkan hasil karya anak negeri dalam hal industri militer di hadapan Perdana Menteri Irak.
Selain Irak, negara mana lagi yang berminat? 
Uganda dan Timor Leste kini tengah menjajaki hal serupa. Namun kedua negara tersebut hanya menjajaki indutsri militer saja. Kalau untuk Irak sejauh ini belum ada deal apapun, baru sebatas proses. Sedangkan yang sudah penjajakan intensif serta uji coba alat yakni Uganda dan Timor Leste. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan deal.
Jenis produk Pindad apa saja yang diminati? 
Dari pertemuan pertengahan Agustus lalu, yang paling diminati Irak adalah Senjata Serbu 2 Pindad (SS 2) serta Panser Angkut  Anoa dan panser serbu Anoa. 
Pilihan pada Panser Anoa dan SS2 karena Irak butuh senjata serbu ringan dan Panser yang bisa melakukan perang di dalam kota, dimana letak geografis Irak menjadi alasan pihak pemerintah Irak jatuh hati pada SS2 dan Anoa.
Apakah SS2 produk sendiri atau komponennya masih impor?
Kalau untuk SS2 yamg kita produksi hari ini merupakan asli produk Indonesia seluruhnya, berbeda dengan SS1 sebelumnya kami hanya mendapat under license-nya saja. Kami bangga dengan produk asli ini yang bisa menembus pasar dunia. Memang keseluruhan dilakukan oleh tenaga ahli dari dalam negeri, sisanya dibantu konsultan dari luar negeri.
Selain SS2 dan Panser, produk apa lagi yang diminati?
Tidak hanya Pindad yang sedang dalam hal penjajakan dengan Irak. PT PAL, PT DI, industri helm perang, rompi anti peluru, industri parasut, baju perang Hamatex Sritex, PT Jangkar, serta tenda pleton juga akan dijajaki Irak guna membangun sistem pertahanan militernya.
Ada sekitar 10 industri pertahanan di Indonesia yang akan dijajaki Irak. Informasi dari pemerintah sendiri tak hanya industri militer yang dijajaki industri lainnya seperti infrastruktur kota serta perminyakan juga akan dijajaki dalam waktu bersamaan dengan penjajakan Industri militer.
Bagaimana peran pemerintah  dalam pemasaran ke luar negeri serta sokongan modal? 
Kerjasama ini antar pemerintah atau Government to Governtment. G to G itu menguntungkan. Kenapa? selain legalitas, aspek pencairan dana juga lebih cepat karena pencairan dilakukan langsung oleh Pindad dengan negara tujuan tidak melalui broker.
Sumber: Viva News

Wednesday, 6 June 2012

Indonesia, Belanda kerja sama produksi kapal PKR

Pemerintah RI melalui Kementerian Pertahanan dan Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda menandatangani kontrak pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal 10514 dengan skema joint production antara PT PAL Indonesia dan DSNS.

Kontrak pengadaan Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ediwan Prabowo dengan Direktur Naval Sale of Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Evert Van den Broek, di Kantor Kemhan di Jakarta, Selasa.

Kabaranahan Mayjen TNI Ediwan Prabowo usai menandatangani kerja sama itu mengatakan bahwa DSNS telah memutuskan untuk memberikan Transfer of Technology (ToT) dalam konstruksi dan pembangunan Kapal PKR 10514 kepada PT PAL Indonesia.

Menurut dia, kapal PKR 10514 ini akan dibanggun di tiga tempat, yaitu di PT PAL Indonesia, Vlisingen, dan Galatz di Belanda, sementara untuk perakitan akan dilakukan di PT PAL.

Kerja sama ini, kata dia, merupakan awal yang baik dari industri pertahanan dalam negeri, khususnya PT PAL Indonesia dalam mengembangkan kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) dan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang akan melakukan rencana induk revitalisasi industri pertahanan dalam rangka mendorong dan meningkatkan industri pertahanan dalam negeri.

"Pengadaan Kapal KPR 10514 ini dalam rangka untuk memperkuat alutsista di Jajaran TNI AL guna mendukung tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta tugas-tugas tempur lainnya," kata Ediwan.

Kapal PKR ini juga diperlukan untuk memberikan deterent effect atau efek gentar bagi pihak mana pun yang akan mencoba menganggu kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

Kapal ini memiliki kemampuan yang cukup tangguh dan dapat memberikan efek getar bagi pihak lawan, tuturnya.

Bahkan, kata Ediwan, kapal ini dapat bertempur dengan kemampuan antiserangan udara, antiserangan kapal selam, dan antiserangan kapal atas air. "Kapal ini cukup hebat, kami beruntung melakukan kerja sama ini," ujarnya.

Ediwan pun memaparkan kapal PKR 10514 ini dilengkapi dengan main engine 2xdiesel engine, 2xE Drive (CODOE). Diesel Generator 4x715 kw, dan 2x435 kw, dan Gear Box CODOE, heavy duty. Combat System, yaitu persenjataan antiserangan udara, antiserangan kapal selam, dan antiserangan kapal atas air.

Harga kapal PKR 10514 per unitnya sebesar 220 juta dolar Amerika dengan waktu penyelesaiannya selama 49 bulan.

Data teknis platform, yaitu LOA 105 meter, lebar 14 meter, draft 3,7 meter, displacement 2.335 ton, speed max/cruise/economic 28/18/14 knot, range at 14/18 knot 5.000 NM, edurance 20 hari, sea keepinh upto sea state 5, crews 120 orang, helli pad 10 ton.

Wednesday, 2 May 2012

KRI Sura selesaikan misi patroli terkoordinasi perbatasan

Hafiz Online(Jakarta) - KRI Sura-802 tiba di Davao, Filipina Selatan, Senin lalu. Dia dengan puluhan awaknya menjadi bagian dari gugus tugas patroli terkoordinasi perairan perbatasan Indonesia-Filipina, yang baru saja menyelesaikan misi tempur patroli perairan perbatasan negara.

Kapal perang TNI-AL ini merapat di Dermaga Captain Feranil, Pangkalan Angkatan Laut Filipina Felix Apolonario, Davao. Atase Pertahanan Indonesia untuk Filipina, Kolonel Suplai Djakaria P Girsang, dan Konsul Jenderal Indonesia di Davao, Eko Hartono, serta sejumlah pejabat lain menyambut mereka. 

Di sisi lain dermaga itu ditambat kapal perang Filipina, BRP Magat Salamat (PS-20). Secara resmi, misi militer yang kedua kapal lakukan itu diberi tajuk Patroli Terkoordinasi Philindo XXVI-12.  

KRI Sura-802, Mayor Pelaut Fafan Y Brahmono, dan Komandan BRP Magat Salamat, Comannder Luzviminda A Camacho, diberi selamat secara khusus.

Patroli terkoordinasi ke-26 ini telah dilaksanakan di wilayah perbatasan laut Indonesia dan Filipina. Bagi KRI Sura-802, patroli ini sekaligus sebagai bentuk pengamanan pulau-pulau terluar Indonesia, yaitu Pulau Miangas dan Pulau Marore, jauh di utara Laut Sulawesi.

Selain mengamankan perairan perbatasan, kedua kapal perang tersebut juga melaksanakan latihan meningkatkan lintas operasi, meliputi latihan komunikasi (radio, bendera, semafor dan lampu sorot), manuvra  taktis, latihan tabir, replenishment at sea dan latihan pemeriksaan kapal (VBSS).   

Juga  itu melaksanakan perjanjian yang telah disepakati bersama kedua negara yaitu Border Patrol Agreement. BRP Magat Salamat juga telah melaksanakan repatriasi bagi warga negara Philipina dari Bitung sebanyak 32 orang. Mereka adalah warga negara Filipina yang telah selesai menjalani proses hukum di Indonesia khususnya Sulawesi Utara. 
Sumber: Antara News

Sunday, 18 March 2012

Menegristek Luncurkan Multi Radar Paramater dan Triton INA Bouy

Hafiz Online - SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development) merupakan program pemerintah Jepang yang mempromosikan kolaborasi penelitian internasional yang menargetkan isu-isu global dengan melibatkan kemitraan antara peneliti di Jepang dan peneliti di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Proyek SATREPS diharapkan membuahkan hasil dan potensi untuk pemanfaatan praktis, serta dapat meningkatkan kapasitas penelitian di negara berkembang.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar saat menghadiri “On the Friends of SATREPS (FOS) Workshop and Launching of Multi Parameter Radar and INA TRITON Buoy”yang digelar di Gedung II BPPT Ruang Komisi Utama Lantai 3, Jakarta, pada senin , 12 Maret 2012.

Dua radar yang diperkenalkan yaitu Multi Radar Parameter (MPR) dan TRITON INA Bouy yang telah diluncurkan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta bertempat BPPT. Multi Radar Parameter (MPR) bisa memberikan resolusi yang lebih baik dalam 100 distribusi curah hujan lebih dari 150 m cakupan kilometer.

“Alat ini akan sangat membantu kita untuk mengidentifikasi skala kecil proses fisik memiliki dampak kerusakan kepada masyarakat,” ujar Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengatakan, workshop ini merupakan forum yang baik untuk mensosialisasikan ilmu yang sedang berlangsung dan kemitraan teknologi antara BPPT dan JAMSTEC kepada masyarakat di Indonesia.

“Melalui kemitraan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sebuah proyek bersama yang dapat menghasilkan upaya untuk mencegah potensi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim jangka pendek di kedua negara akan dilakukan,” kata Menegristek.

Proyek ini juga diharapkan dapat menghasilkan beberapa upaya yang dapat berkontribusi pada promosi kedua negara dalam masyarakat internasional melalui peningkatan prediksi yang akurat dari iklim global dengan menyediakan data pengamatan dan hasil karya ilmiah.

Menegristek juga melalui kemitraan tersebut dapat dikembangkan “Maritime Continent Center of Excellence” di Indonesia. Lembaga-lembaga seperti LAPAN, LIPI, BMKG dapat didorong untuk mengembangkannya.

Hal ini sejalan dengan program utama Kementerian Ristek yaitu Sistem Inovasi Nasional yang mendorong interaksi antara para pelaku yang terlibat dalam perekonomian seperti pengembang, pengguna dan perantara teknologi untuk meningkatkan daya saing dan jasa produksi Indonesia.

Kolaborasi R&D antaraIndonesia dan peneliti Jepang menerima 10% dari program SATREPS secara total. Menegristek berharap akan ada lebih R&D kolaborasi lagi di masa depan, oleh karena itu Menegristek mendorong untuk para peneliti Indonesia di BPPT, LIPI, LAPAN, BMKG, Univeristas, dan lainnya untuk menemukan pasangan mereka di Jepang dan mengajukan proposal untuk JST di Jepang dan departemen riset dan teknologi di Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut, Deputi Bidang Relevansi dan Produktifitas IPTEK, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi Jaringan Media, Sri Setiawati dan sejumlah undangan lainnya.

Sumber: Ristek

Capai Keunggulan Pertahanan, RI Diminta Bangun Jejaring Penginderaan Maritim

Hafiz Online-PERUBAHAN situasi global menempatkan informasi sebagai senjata penting. Indonesia disarankan mengikuti kondisi ini untuk pengamanan wilayah lautnya.

Situasi hari ini tidak lagi berpijak pada seberapa besar senjata yang dimiliki sebuah kapal perang, melainkan ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang dipunyai. Pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjajanto mengungkapkan, saat ini Indonesia perlu membangun Kewaspadaan Lingkungan Maritim atau Maritime Domain Awareness (MDA).

“Seberapa besar kita membangun informasi untuk intelijen, surveillance (pengawasan), pengamatan dan penginderaan,” kata Andi di Jakarta, Sabtu (17/3). Singapura dan Malaysia sudah lebih dulu membangun sistem MDA. Andi menjelaskan, Singapura bahkan memiliki pusat-pusat penginderaan di Changi.

”Agar tidak tertinggal dalam jejaring informasi intelijen, Indonesia harus segera membangun MDA secara serius,” katanya. Dengan MDA, jaminan keselamatan maritim tidak lagi diukur dalam skala nasional, tapi dalam ukuran global.

Salah satu bentuk pengumpulan informasi dari sistem MDA adalah dengan menerapkan sistem identifikasi pada kapal-kapal niaga. Sistem ini akan melaporkan kondisi di sekitar kapal tersebut kepada pusat kendali yang sekaligus menjadi bank informasi dan menjadi modal dalam pengamanan dan penegakan hukum di laut.

Sumber: Jurnas.com

Thursday, 19 January 2012

Filipina Pesan Kapal Perang dari Indonesia

Di tengah polemik rencana pembelian tank Leopard oleh Tentara Nasional Indonesia dari Belanda, industri berat Indonesia justru kebanjiran pesanan peralatan militer dari negara lain. Beberapa negara telah memesan sejumlah kendaraan militer, mulai panser hingga kapal patroli. Pemerintah Timor Leste, misalnya, mereka berencana membeli Patrol Boat buatan PT PAL Indonesia. Rencana itu telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat melawat ke Timor Leste.

"Jadi itu sebenarnya tindak lanjut dari kunjungan ke Timor Leste, mereka menghubungi PT PAL, mereka ingin membeli Patrol Boat," kata Purnomo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 18 Januari 2012.

Menurut Purnomo, pemerintah Indonesia mendukung rencana itu. "Jadi prosesnya B to B, bussines to bussines antara mereka dengan PT PAL langsung," ujar Purnomo.

Selain Timor Leste, pemerintah Filipina juga menyatakan minatnya membeli kapal patroli dari PAL. Mereka berencana akan membeli LPD Class atau Landing Platform Dock yang merupakan jenis kapal amfibi pengangkut peralatan militer. Kapal ini juga memiliki landasan helikopter. "Jadi kita dukung itu," tegasnya.

Permintaan serupa juga datang dari Malaysia. Negeri jiran tersebut tengah dalam proses pembelian Panser Anoa buatan PT Pindad. Purnomo menekankan Panser Anoa sudah digunakan dalam operasi peace keeping di Libanon dan sudah memperoleh sertifikan dari PBB. "Makanya mereka ingin membeli dari kita karena kita sudah mengirimkan (Anoa) ke Libanon," ungkapnya.

Sumber: Viva News

Monday, 9 January 2012

Pesawat tempur Super Tocano tiba Maret 2012

Malang - Empat dari 16 pesawat tempur Super Tucano A29 buatan Brazil direncanakan tiba pada Maret 2012 untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AU khususnya di Pangkalan Udara Abd Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara Abd Saleh, Kolonel Pnb Novianto Widadi, Minggu, mengatakan, secara umum Lanud Abd Saleh siap menyambut kedatangan pesawat tempur itu, dan akan menggantikan posisi pesawat tempur Oviten-10F Bronco yang sudah memasuki masa "grounded".

Kesiapan yang sudah dilakukan, meliputi sejumlah fasilitas pendukung di Lanud Abd Saleh, seperti shelter atau tempat lokasi parkir pesawat, serta 12 pilot khusus yang telah dilatih untuk menukangi pesawat tersebut.

"Kami terus menyiapkan pendukung lainnya untuk kedatangan pesawat tempur canggih itu, termasuk pilot khusus yang berusia minimal 24 hingga 35 tahun dan ahli dalam berbahasa inggris," katanya.

Dengan tibanya pesawat pada bulan Maret, diharapkan nantinya bisa dipertunjukan kepada masyarakat pada peringatan HUT TNI AU tanggal 9 April 2012.

Sementara itu, rencananya pesawat tersebut akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat, sebab pesawat itu memiliki keunggulan "close air support".

Selain itu, pesawat yang memiliki mesin tunggal buatan "Empresa Braziliera de Aeronautica", juga memiliki kemampuan menembakan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Pesawat itu nantinya tidak hanya digunakan sebagai pesawat latih, namun juga digunakan misi pengamanan wilayah perbatasan, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran batas negara oleh pihak lain.

"Total pesawat yang kita pesan sebanyak 16 unit, dan pengiriman akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan kedatangan empat unit pada Maret 2012, dan akan ditempatkan pada Skuadron 21 Lanud Abd Saleh," katanya.

Sumber: Antara News

Wednesday, 21 December 2011

Indonesia segera miliki kapal perang canggih "Trimaran" Produksi Indonesia

Banyuwangi - Indonesia segera memiliki satu kapal perang canggih berpeluru kendali "Trimaran" yang merupakan produk dalam negeri.

"Kapal ini terbuat dari serat karbon, dengan kecepatan 35 knot dan dipersenjatai peluru kendali yang memiliki jarak tembak 120 kilometer," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai meninjau industri kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Ia mengatakan, dalam lima bulan mendatang kapal perang canggih yang merupakan prototipe itu langsung bisa dioperasionalkan memperkuat jajaran armada tempur TNI Angkatan Laut.

"TNI Angkatan Laut memesan empat unit kapal, dan dalam lima bulan mendatang sudah jadi satu kapal perang `Trimaran`, sedangkan tiga unit lainnya akan segera dibangun secara bertahap hingga 2014," kata Sjafrie menambahkan.

Satu unit kapal "Trimaran" dihargai sekitar Rp114 miliar yang diambil dari APBN 2011.

"Jika proyek pengadaan ini berhasil maka ini merupakan sejarah bagi Indonesia karena telah berhasil membuat kapal perang dengan komposit serat karbon, dan ini akan dipatenkan dan diekspor ke luar negeri," kata Sjafrie.

Direktur PT Lundin Industry Invest, John Lundin, mengatakan pihaknya telah melakukan ujicoba terhadap kapal dengan panjang sekitar 62,52meter tersebut.

"Ini merupakan kapal `Trimaran` pertama yang dibuat dari serat karbon. Amerika pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter namun dari bahan alumunium atau baja.

Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat airbus Boeing-777 dan mobil formula 1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja.

Kapal cepat berpeluru kendali itu memiliki panjang keseluruhan 62,53 meter, panjang "water line", 50,77 meter panjang "water draft" 1,17 meter, bobot mati 53,1 GT, kecepatan maksimum 30 knot, kecepatan jelajah 16 knot, dengan mesin utama 4X marine engines MAN nominal 1.800 PK.

Sumber: Antara News

Monday, 19 December 2011

SBY Resmikan Pangkalan Militer Masa Depan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) atau fasilitas pusat pemeliharaan perdamaian dan keamanan di kawasan Santi Dharma, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kawasan ini, yang pembangunan tahap pertama akan kami resmikan hari ini, Insya Allah akan menjadi kawasan pendidikan, pelatihan, dan kajian yang lengkap, termasuk tempat untuk international event,” kata Yudhoyono di Sentul, Jawa Barat, Senin 19 Desember 2011.

Yudhoyono mengungkapkan, IPSC di Sentul itu ke depannya juga akan menjadi pangkalan militer, pusat pelatihan kontraterorisme, pelatihan tanggap budaya, serta kampus Universitas Pertahanan. “Kampus (Universitas Pertahanan) di Salemba tidak memadai. Maka akan dibangun di sini, sehingga fasilitas lebih lengkap,” ujar dia.

Yudhoyono juga meminta agar IPSC nantinya dilengkapi dengan tempat lomba tembak. Menurutnya, tim Indonesia kerap juara dalam lomba tembak. Oleh karena itu, Yudhoyono berharap agar suatu saat Indonesia dapat menjadi tuan rumah lomba tembak.

“Pemerintah, dalam hal ini Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan akan terus bekerja melengkapi kawasan ini,” terang Yudhoyono.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, IPSC berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan latihan serta memelihara kemampuan personel maupun satuan TNI yang disiapkan untuk operasi pemeliharaan perdamaian.

IPSC, menurut Purnomo, juga akan menjadi tempat perencanaan kebutuhan operasi, administrasi, dan logistik, dalam rangka pelaksanaan latihan bagi personel dan satuan TNI yang disiapkan untuk operasi pemeliharaan perdamaian.

Lokasi IPSC persisinya berada di kawasan Santi Dharma yang terletak di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. IPSC dibangun di area seluas 261 hektar lebih, di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, di kawasan perbukitan Sentul.

IPSC terdiri dari pusat pemeliharaan perdamaian, pusat pelatihan penanggulangan terorisme, pusat pelatihan penanggulangan bencana, pusat bahasa, dan markas pasukan siaga TNI. Area IPSC juga dilengkapi dengan fasilitas dari laboratorium bahasa, serta fasilitas latihan hingga mess bagi anggota TNI yang melaksanakan pendidikan.

IPSC ini akan berada di bawah komando perwira tinggi TNI berpangkat Brigadir Jenderal, dan wakilnya yang berpangkat kolonel. Setiap anggota TNI yang dilatih di sini merupakan anggota TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang telah melalui tahap seleksi.

Untuk menghijaukan kawasan IPSC yang berada di kawasan perbukitan ini, sebelumnya telah dilakukan penanaman 1 miliar pohon pada 28 November 2011 lalu. Penanaman pohon dilakukan langsung oleh Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, beserta Panglima TNI, Menteri Pertahanan, dan Menteri Kehutanan.

Sumber: Viva News

Tuesday, 16 August 2011

TNI Berhasil Ciptakan Prototipe Rantis 4 X 4

Jakarta — TNI kini memiliki Kendaraan Taktis (Rantis) 4 x 4 yang dikenal dengan 4-Wheels Drive (4WD atau 4 x 4), yaitu kendaraan taktis yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya, dengan tujuan mendapatkan traksi yang memadai dalam segala kondisi jalan. Penyerahan prototipe Rantis hasil Working Group TNI kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, dilakukan di Mabes TNI Cilangkap, Senin (8/8).

Dalam paparannya kepada Panglima TNI dan pejabat TNI, Kepala Subdinas Materiil Utama (Kasubdismatut) Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) Kolonel Kav Rihananto selaku Kepala Pelaksana Kegiatan (Kalakgiat) Rantis 4 x 4 TNI, menyampaikan kendaraan tersebut dapat digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjal, jalan licin ataupun jalan yang berlumpur.

Beberapa negara telah mengadopsi kendaraan taktis 4 x 4 untuk kepentingan militer, seperti AS (HUMVEE), Italia (IVECO), Cina (DongFeng Hummvee), Spanyol (EURO VAMTAC), Brazil (AV-VB4 RE 4 x 4 GUARA), Perancis (SHERPA) dan beberapa negara lainnya.

Cara kerja dari kendaraan 4 x 4 adalah mesin dihubungkan dengan differensial tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi. Biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan, dengan mengaktifkan tombol atau tuas tertentu.

Kendaraan taktis yang dimiliki oleh TNI saat ini belum standar, yakni terdiri dari beberapa produk seperti CJ-7 (USA), BEIJING (China), ISUZU OZ (Jepang), KIA KM-420 (Korea), LANDROVER (Inggris), UAS (Rusia) dan OVERLAND (Inggris) buatan tahun 1979-1981.

Konsekuensi dari keanekaragaman tersebut berdampak terhadap rumitnya pengoperasionalan dan pemeliharaan termasuk tukar alih suku cadang sehingga berpengaruh juga terhadap biaya pemeliharaan satuan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dibentuklah Working Group TNI guna mewujudkan suatu Prototipe Kendaraan Taktis 4 x 4 yang dapat mengakomodasi operational requirement satuan-satuan manuver dan untuk kepentingan pengamanan TNI.

Selain itu, diharapkan ke depan terdapat keseragaman atau standarisasi kendaraan taktis TNI. Mengacu kepada konsep Minimum Essential Forces (MEF) diharapkan TNI pada 2014 dapat memenuhi kebutuhan alutsista dengan prioritas produksi dalam negeri serta dalam rangka kemandirian alutsista.

Selain dari personel TNI, juga disertakan mitra industri untuk mendukung kegiatan pengerjaan teknis, yaitu PT. AUTOCAR, PT. Pindad, PT. Yudistira, PT. Petrodrill, PT. Gajah Tunggal, PT. Krakatau Steel, PT. Pilar Mas Kursindo, PT. Indo Pulley Perkasa dan PT. Alam Indomesin Utama.

Tampilan Rantis 4 x 4 tetap mengacu pada filosofi Hummvee USA, karena terbukti cukup tangguh, stabil dan fleksibel,” jelas Kolonel Kav Rihananto.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh Working Group TNI, sehingga dapat mewujudkan prototipe Rantis 4 x 4 yang direncanakan. Namun demikian, Panglima TNI mengharapkan prototipe ini terus disempurnakan sehingga dapat menghasilkan desain yang maksimal sesuai kebutuhan pengguna.

Sumber: Pelita Online

Wednesday, 20 April 2011

Turki Berharap Kerjasama Militer Segera Diwujudkan

Jakarta (Hafiz Online) - Presiden Republik Turki HE Abdullah Gul berharap sekali nota kesepahaman yang juga ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama kerjasama pada bidang industri pertahanan dan militer, bisa terwujud dalam waktu cepat.

"Pernyataan ini disampaikan beliau saat menerima Tim Komisi I DPR RI, pada hari Selasa (19/4) jam 16.20 waktu Turki di Istana Kepresidenan Cankaya," ungkap Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq melalui hubungan komunikasi internasional, Selasa malam.

Dia mengungkapkan, padapertemuan selama 45 menit tersebut berlangsung dialog yang sangat hangat dan positif.

"Presiden Turki yang didampingi salah seorang Ketua Parlemen, Mr Yasar Yakis yang juga mantan Menlu serta beberapa pejabat Kementrian Luar Negeri Turki, menyatakan kepuasannya atas kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu," ujarnya.

Presiden Turki, lanjut Mahfudz, berulangkali mengungkapkan harapannya untuk segera terwujudnya sejumlah MoU dengan Indonesia itu.

"Pada kesempatan itu, saya atas nama Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI (bidang Luar Negeri, Pertahanan, Intelijen, Komunikasi, Informasi) menyampaikan penghargaan atas kunjungan Presiden Turki ke Indonesia," kata Mahfudz.

Komisi I juga menyampaikan hasil pertemuan delegasi Indonesia dengan Parlemen Turki, Kementrian Pertahanan, Badan Intelijen dan sejumlah industri pertahanan yang berjalan positif dan konstruktif, bahkan tercapai kesepakatan-kesepakatan yang prospektif.

"Dari berbagai pertemuan ini, muncul kesan kuat, bahwa semua pihak di Turki berkomitmen penuh untuk membangun kerjasama dengan Indonesia, khususnya di bidang pengembangan industri pertahanan," demikian Mahfudz.

Selain Mahfudz, anggota delegasi Komisi I DPR RI ke Turki adalah Tri Tamtomo (Fraksi PDI Perjuangan), Guntur Sasono (Fraksi Partai Demokrat), Mahyudin dan M Ruslan (Fraksi Partai Golkar), Azwar Abubakar (Fraksi PAN), Amin Suparmin serta Daeng Sere (Fraksi PPP).

Mereka didampingi Dubes RI untuk Turki Nahari Agustini, Atase Pertahanan Kolonel Candra dan pejabat Kementerian Luar Negeri RI Fajar Wirawan.(AntaraNews.com)

Monday, 11 April 2011

Kopassus Siap Bebaskan Sandera Perompak

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyatakan siap melakukan operasi pembebasan anak buah kapal atau ABK Kapal Kapal Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia. Hampir sebulan, 20 ABK warga negara Indonesia disandera perompak Somalia.

"Jika diminta Panglima (TNI) kami tentunya akan mendukung kebijakan atau perintah Panglima kepada Kopassus," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus di Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin, 11 Maret 2011.

Untuk operasi laut, Kopassus memiliki satu tim khusus operasi laut yang dibentuk dan dilatih bersama Angkatan Laut. "Tim pasukan katak."

Meski begitu, Jenderal bintang dua ini enggan memberikan informasi lebih jauh terkait pelaksanaan silent operation oleh TNI yang melibatkan anggota Kopassus atas perompak Somalia di Teluk Aden. "Bukan kami tapi dari TNI. Sekali lagi tolong tanyakan Panglima TNI," katanya.

Para perompak Somalia kini telah meningkatkan permintaan tebusan untuk pembebasan awak Kapal Sinar Kudus. Sebelumnya meminta tebusan US$2,6 juta, kini mereka menaikkannya menjadi US$3,5 juta.

Berdasarkan komunikasi terakhir antara nahkoda kapal, Slamet Juari, dan anaknya, Resky Judiana, pada Minggu pagi, 10 April 2011, para perompak akan menaikkan lagi permintaan uang tebusan untuk pembebasan 20 ABK itu.

Uang tebusan mungkin akan dinaikkan lagi karena tenggat kedua yang ditetapkan pembajak telah lewat, yakni pada Sabtu, 9 April 2011 kemarin. Hal ini karena pemerintah Indonesia tidak segera merespons tuntutan mereka.(Vivanews.com)

Tuesday, 21 September 2010

Kontingen Garuda Berangkat ke Lebanon

Surabaya: Panglima Komando Armada Timur beserta ratusan anak-anak dan istri prajurit TNI melepas keberangkatan Satuan Tugas Kontingen Garuda dalam misi perdamaian ke Lebanon, Senin (20/9). Satgas berkekuatan 100 personel ini berangkat menggunakan kapal perang Frans Kaisiepo 386. Tangis para istri serta anak-anak mewarnai pelepasan pasukan TNI AL di Dermaga Ujung Surabaya, Jawa Timur.

Pasukan dari berbagai unsur TNI AL seperti pasukan katak, kesehatan, dan penyelam berangkat ke Lebanon dalam rangka misi perdamaian di perairan negara itu. Mereka akan bergabung dengan Satgas Maritime Task Force Konga 28. Pengiriman pasukan ini adalah yang kedua kalinya setelah misi yang sama dilakukan pada 2009 lalu.
Sumber: Liputan6.com

Sebanyak Tujuh Sukhoi Akan Meriahkan HUT TNI

Jakarta: Sebanyak tujuh pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara akan memeriahkan peringatan HUT TNI ke-65 pada 5 Oktober 2010. Peringatan ini akan berlangsung di Jakarta.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Ahad (19/9) mengatakan, ketujuh pesawat Sukhoi yang akan tampil itu termasuk tiga pesawat sejenis yang baru tiba di Indonesia medio September 2010.

Pada medio September 2010, tiga pesawat Sukhoi tipe SU-27SKM tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makasar.

Sebelumnya, pada periode akhir 2008 hingga awal 2009, tiga pesawat Sukhoi jenis SU-30MKM telah tiba di tempat yang sama.

"Tiga unit Sukhoi yang baru tiba, dua sudah selesai dirakit dan satu diantaranya telah menjalani uji terbang. Satu unit terakhir masih dalam proses perakitan," kata Imam.

Ketujuh Sukhoi itu akan tampil dalam formasi terbang lintas. Peringatan HUT ke-65 TNI akan dipusatkan di Jakarta, dan dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sumber: Liputan6.com

Wednesday, 1 September 2010

Indonesia Bakal Punya Kapal Perang Terhebat di Asia

JAKARTA - Kementerian Pertahanan meluncurkan rencana pembangunan kapal perang Perusak Kawal Rudal (PKR), Senin (16/8/2010).

Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kapal perang PKR merupakan pertama dan terbesar yang akan dibuat di Indonesia.

"Di Asia hanya kapal perang Singapura yang kekuatannya seimbang dengan kapal ini, Malaysia punya, tapi ukurannya lebih kecil," kata Purnomo.

Acara yang digelar di Aula Kemenhan ini dihadiri Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana TNI Agus Suhartono, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, Dirut PT PAL Harsusanto, dan CEO PT Damen Hein Van Ameijden.

Kapal perang yang menelan biaya 170 juta Euro ini memiliki panjang 105 meter dan berat 2.400 ton akan dibiayai oleh APBN. Dalam pengerjaannya, Kemenhan menggandeng PT PAL Surabaya dan PT Damen yang berbasis di Belanda.

"Kami melibatkan PT Damen Belanda karena sebagian perangkat teknologi di kapal ini dari luar negeri," jelasnya.

Prinsipnya, pemerintah ingin mengembangkan industri dalam negeri, yang akan menyerap 1.500 tenaga kerja dan berpengaruh dengan industri lainnya.

"Ini komitmen kami untuk meningkatkan kualitas alutsista Indonesia," tegas Purnomo.

Sumber: Okezone.com

Menhan: TNI Terkuat di Asia Tenggara

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kembali menegaskan bahwa TNI kuat dan bahkan terkuat di Asia Tenggara. TNI juga serius dan tidak kompromi dalam menjaga keutuhan kedaulatan wilayah Indonesia.
Hal itu dikatakan Purnomo dalam rapat bersama Komisi I DPR mengenai perbatasan berbasis maritim. Pernyataan tersebut disampaikannya terkait memanasnya hubungan Indonesia dan Malaysia akhir-akhir ini.

“Dalam latihan gabungan yang kita gelar beberapa kali, itu kan kita sebenarnya juga ingin mengintip kekuatan mereka seperti apa. Saya tanya kepada anak-anak muda (prajurit TNI) kita, katanya wah kita enggak kalah Pak,” papar Purnomo di ruang rapat Komisi I DPR, Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Purnomo mencontohkan, dalam beberapa kasus penyerobotan wilayah Indonesia oleh nelayan dan militer negara lain, TNI Angkatan Laut selalu bertindak tegas dengan mengusir mereka ke luar.

“Dan sebentar lagi kita akan membangun kapal selam di dalam negeri. Ini bukan muluk-muluk akan kita mulai produksinya tahun depan. Tetapi bapak-bapak sekalian, kembali lagi masalahnya nanti tergantung kucuran dana,” katanya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memaparkan Indonesia memiliki masalah perbatasan maritim dengan 10 negara yaitu India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Palau, Papua Newguinea, Australia dan Timor Leste dan perbatasan darat dengan Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini.

Semua proses penyelesaian masalah perbatasan tersebut, Kata Marty, telah dan masih akan berlangsung, termasuk perundingan dengan Malaysia di Kinabalu 6 September mendatang.

Khusus dengan Malaysia, lanjut Marty, telah berlangsung 15 kali perundingan formal sejak 2005 dan terakhir kali berlangsung di Indonesia pada 14-15 Oktober 2009. Menurut dia, terdapat lima segmen persoalan yang belum selesai dibahas Indonesia dan Malaysia, baik menyangkut Batas Teritorial maupun Zona Ekonomi Eksklusif.

Kelima segmen itu adalah segmen Selat Malaka, Malaka Selatan, Selat Singapura, Laut Cina Selatan, dan Laut Sulawesi.
Sumber: Okezone.com

Wednesday, 25 August 2010

SBY Perintahkan Pembahasan Batas Maritim dengan Malaysia

Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan percepatan pembahasan batas maritim antara Indonesia dan Malaysia. "Perlu batas maritim [yang jelas] antara Indonesia dan Malaysia," kata Presiden SBY ketika buka puasa bersama kader Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Ahad (22/8) malam.

Menurut Presiden, pembahasan batas maritim ini bertujuan menghindari perbedaan pendapat antarkedua negara. Presiden SBY telah memerintahkan menteri terkait mempercepat perundingan dengan Malaysia. Kepala Negara menjelaskan, letak geografis perairan Indonesia sangat rentan karena berbatasan langsung dengan tujuh negara.

Lebih jauh SBY mengatakan upaya perundingan bisa segera dimulai tanpa harus menunggu Malaysia menyelesaikan sengketa batas wilayah dengan Singapura. Saat ini, Malaysia sedang bersengketa dengan Singapura tentang klaim kepemilikan Pulau Batu Puteh. Sengketa sedang diproses di Mahkamah Internasional.

Sementara itu untuk memulai proses perundingan dengan negeri jiran, Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan segera menerima laporan dari menteri terkait pada pekan ini. Terutama terkait dengan kasus penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh kepolisian Malaysia beberapa waktu lalu.

Tiga petugas KKP yang ditangkap polisi Malaysia yakni Asriadi, Erwan, dan Seivo Grevo Wewengkang. Mereka ditangkap saat akan mengamankan sejumlah nelayan Malaysia yang masuk perairan Indonesia. Setelah melakukan perundingan, akhirnya petugas KKP itu dilepas bersamaan dengan pelepasan nelayan Malaysia.(ANT/JUM)
Sumber: Liputan6.com
fashion wanita