handphone-tablet
Showing posts with label IndonesiaCare4All. Show all posts
Showing posts with label IndonesiaCare4All. Show all posts

Tuesday, 28 April 2015

Indonesia Kirim Bantuan Rp 26 M Buat Korban Gempa Nepal

Presiden RI Joko Widodo, telah memerintahkan pengiriman bantuan kepada korban gempa bumi di Nepal.
Menindaklanjuti hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lembaga terkait telah menggelar rapat koordinasi, Senin (27/4). 

Pemerintah Indonesia akan mengirimkan bantuan senilai 1 juta dolar AS atau sebesar Rp 13 miliar. Selain itu, LSM dan lembaga kemanusiaan lainnya di Indonesia juga akan mengirimkan bantuan senilai sama, sehingga total bantuan Indonesia senilai 2 juta dolar AS. Rencana pengirimannya dilakukan pada Jumat (1/5), atau paling lambat Ahad(3/5).

"Logistik dan peralatan yang akan dikirimkan  berupa permakanan, obat-obatan dari barang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

BNPB mengirimkan tenda keluarga 300 unit, tenda posko 3, tenda pengungsi 3, lauk-pauk 10.000 paket, makanan tambahan gizi 10.000 paket, dan makanan siap saji 3.000 paket.

Kemensos mengirim 4.500 lembar selimut, Kemenkes 500 kantong mayat dan MPASI 2 ton. PKPU mengirim 50 kantog mayat, Rumah Zakat 10.000 kaleng kornet kambing, dan bantuan lainnya.

Selain itu, juga akan dikirimkan 80 personil tim medis, SAR, media, dan perwakilan dari kementerian/lembaga, antara lain 14 orang tim medis dikirimkan dari SRC PB Wilayah Barat, Kemenkes, PMI, PKPU, dan Muhammadiyah, dan 40 personil SAR dari  Basarnas dan SRC PB dengan peralatan dan polisi satwa yang terlatih.
 
Pengiriman personil dan barang akan dilakukan dengan 2 pesawat Airbus Garuda Indonesia. Dubes RI di Dhaka mulai Selasa (28/4) akan mulai berkantor di Kathmandu dan akan memfasilitasi tim kemanusiaan.

Pesawat Garuda Indonesia yang kembali dari Kathmandu akan membawa WNI dan warga negara tetangga ke Jakarta. Saat ini semua persiapan masih dilakukan.
Sumber: Republika

Wednesday, 1 April 2015

Bantuan untuk Bocah Penderita Tumor di Kaki Terus Mengalir

Bantuan untuk Kholid Ferdiansyah (8) terus mengalir sejak bocah penderita tumor di kaki kirinya ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat oleh Dinas Kesehatan setempat, Senin 30/03/2105) kemarin. Kholid akan mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit tersebut. 


Tak hanya Pemerintah Aceh Barat yang telah berkomitmen untuk menanggung seluruh pengeluaran biaya pengobatan Kholid selama menjalani perawatan di rumah sakit, sejumlah mahasiswa, pemuda dan Pelajar yang tergabung dalam Komunitas Peduli Keselamatan Bersama (BPKB) di Aceh Barat pun ikut prihatin dan turun ke jalan menggalang sumbangan untuk meringankan beban keluarga bocah yang masih duduk di kelas satu SD ini. 



“Kami dari KPKB Aceh Barat ikut prihatin dengan kondisi Kholid sehingga kami terbuka hati melakukan penggalangan sumbangan di jalan untuk meringankan beban keluarga Kholid yang tidak mampu itu," kata Rahmad Ozer, ketua KPKB kepada wartawan, Selasa (31/03/2015). 



Menurut Rahmad, komunitas Peduli Keselamatan Bersama (BPKB) melakukan aksi galang sumbangan dari pengguna jalan sudah dilakukannya selama tiga hari ini, dan mereka berhasil mengumpukan uang Rp 2 juta. 



“Alhamdulilah uang yang terkumpul sudah kita serahkan kepada ibunya Kholid tadi siang, semoga dengan sumbangan dari masyarakat ini bisa sedikit meringankan beban keluarga pemulung itu yang sangat membutuhkan uang," kata Rahmad, Selasa.



Sementara itu, Sri handayani (28), ibunda Kholid mengaku terharu karena kini banyak pihak yang membantu dan melihat langsung kondisi putranya yang kini sedang dirawat di ruangan anak Rumah Sakit Cut Nyak Dhien. 



"Selama dirawat di sini alhamdulillah ramai yang datang menjenguk anak saya, mulai dari mahasiswa, anggota DPRK dan sejumlah pejabat di Meulaboh," katanya. 



Sebelumnya, kholid yang menderita penyakit tumor di bagian kaki kirinya sejak enam bulan lalu hanya bisa terbaring menangis di lantai rumahnya menahan rasa kesakitan. Bocah yang masih duduk di kelas satu SD ini hanya diobati dengan cara alternatif di kampung karena orangtuanya tak mampu memberikan pengobatan yang layak untuk buah hatinya. 



“Kemarin memang Kholid sudah pernah saya bawa ke rumah sakit dua kali, biaya pengobatan di rumah sakit ditanggung oleh BPJS, tapi untuk biaya makan dan keperluan lain sehari-hari kami sudah tidak punya, karena selama anak sakit ayahnya sering tidak bekerja memulung barang bekas,” jelasnya.

Sumber: Kompas
fashion wanita