handphone-tablet

Thursday, 25 August 2016

Bersama demi anak kita

PPM Subulussalam merupakan sebuah lembaga pendidikan yang didirikan demi untuk menciptakan generasi yang cerdas, terampil dan mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, kedisiplinan merupakan kunci utama yang harus dimiliki oleh seorang santri. Tanpa kedisiplinan yang tinggi dan semangat yang kuat maka santri tidak akan mampu untuk melewati “masa-masa sulit” di Pesantren.

Di PPM Subulussalam semua kegiatan di jadwalkan, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Kegiatan padat siang dan malam, begitulah kehidupan di pesantren sampai mereka tamat dan siap berkiprah di masyarakat kelak.

Pada awal tahun, biasanya santri baru “kaget”. Kaget dengan aktifitas tinggi yang belum terbiasa di rumah mereka lakukan, kaget dengan lingkungan baru yang baru mereka lalui. Berbagai tantangan dan rintangan yang mereka lalui di hari-hari pertama di Pesantren. Maka tidak heran, ada santri yang menangis karena teringat orang tua. Bahkan ada yang minta pindah karena tidak bisa jauh dari orang tua.

Menurut ibu Elia Daryati, seorang Psikolog dari Bandung yang datang ke PPM Subulussalam sebagai pemateri pada acara Seminar Parenting orang tua(18/8). Beliau mengatakan bahwa satu bulan pertama merupakan masa frustasi bagi santri baru. Pada masa-masa ini banyak santri yang tidak mampu untuk bertahan. Pada bulan kedua dan ketiga santri baru memasuki masa Adaptasi. Dimasa inilah santri sudah mulai “berdamai” dengan keadaan, santri sudah mulai bisa memahami keadaan yang ada dan sudah mulai bisa menyatu dengan lingkungan sekitar. oleh sebab itu, maka perlunya kita bangun kemitraan antara PPM Subulussalam dan orang tua santri. karena pendidikan anak tidak cukup dengan orang tua menitipkan saja anaknya ke Pesantren. Tetapi perlu kerjasama kita bersama.

Jika ada keluhan-keluhan dari santri baru, itu suatu yang lumrah. Diharapkan kepada orang tua santri tidak menanggapi terlalu berlebihan. Biarkan anak kita melewati masa-masanya di pesantren. Kuatkan anak kita, beri mereka semangat. Mudah-mudahan mereka berhasil sesuai dengan yang kita inginkan bersama. Insya Allah.
Lubuk Pandan, 25 Agustus 2016

Imam Besar New York Sesalkan Palestina Hilang dari Google Maps


Pada 25 Juli 2016 lalu, raksasa mesin pencari, Google menghapus wilayah Palestina dari layanan Google Maps dan diganti menjadi Israel. Keputusan ini mendapat kecaman dari netizen.

Bahkan salah seorang netizen bernama Zak Martin mengajukan protes melalui petisi di Change.org yang telah ditandatangani lebih dari 250 ribu orang.

Imam Besar New York, Shamsi Ali mengatakan tindakan Google merupakan bentuk penghinaan kepada bangsa Palestina serta umat muslim di dunia.

"Saya kira itu sebuah blunder dari Google dengan menghilangkan Palestina, bahkan Palestina adalah negara asli yang ada di Timur Tengah, oleh karena itu saya kira ini sebuah penghinaan bukan hanya kepada warga Palestina tapi kepada bangsa dunia islam," katanya usai memberikan tausiah di Masjid Salam ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Minggu (14/8/2016).

Sebagai bentuk protes pihaknya telah melayangkan surat elektronik kepada Google dan berharap perusahaan yang dipimpin Sundar Pichai tersebut memberikan respons.

"Sudah, sudah banyak email yang kami kirim dan kami menunggu respon dari mereka," jelas dia.

Google menyebut memang sejak awal label Palestina tak ada di layanan petanya. Di samping itu, memang ada masalah yang menyebabkan Jalur Gaza dan Tepi Barat menghilang.
"Tidak pernah ada nama Palesti
na di Google Maps. Akan tetapi, kami juga menemukan ada bug yang menghilangkan label Jalur Gaza dan Tepi Barat," ujar juru bicara Google seperti dikutip dari laman Engadget.  Saat ini Google tengah mengupayakan label itu segera kembali ke wilayahnya semula.

Sementara itu, juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, hilangnya Palestina dari Google seharusnya tidak diambil pusing. Pasalnya, Google Maps bukanlah peta resmi. (Kukuh Saokani/Rie)

Tuesday, 23 August 2016

Lowker di PPM Subulussalam

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Pondok Pesantren Modern Subulussalam Padang Pariaman Bekerjasama dengan Elhijab, Tahun 2017 membuka program Madrasah Aliyah Plus, saat ini sedang mencari kandidat :

Posisi:
Guru Tingkat Aliyah & Tsanawiyah
Kualifikasi:
S1 semua jurusan
Usia Maks. 40 th (guru)
Berpengalaman mengajar min. 1 tahun (guru)
Kemampuan komunikasi yg baik
Fasilitas:
Gaji bulanan
Tunjangan lainnya
Tempat tinggal (jika diperlukan/bagi yg berdomisili di luar Padang)
Informasi & Pendaftaran:
PONDOK PESANTREN MODERN SUBULUSSALAM, Kampung Panyalai Nagari Lubuk Pandan Kec. 2x11 Enam Lingkung, Kab. Padang Pariaman Sumateta Barat, Telp. 0751-4784168 (Pa Pen)
Wahyudin (081910456787) - WA/SMS/Telp
Fajar (087821522433) - WA/SMS/Telp
Heri Yudiansyah (Pak KUA) --- 085263077891 ---WA/SMS/Telp

Ketika Imam Besar Masjid New York USA datang Ke PPM Subulussalam

Assalamualaikum,,,
Maaf teman-teman sudah lama saya tidak posting di blog ini, mumkin karena kesibukan saya seperti biasa di PPM Subulussalam atau mumkin karena malas posting hehehe.. tadi siang saya membaca blog dari teman di FB sehingga memacu semangat saya untuk menulis lagi di blog ini. Blog yang sudah lama berdiri dan sudah lama terabaikan. Tadi sudah saya robah templatenya walaupun agak susah juga karena sudah banyak perubahan di blogspot dan saya tidak mengikuti perkembangan perubahan tersebut. Namun Alhamdulillah saya berhasil merobah templatenya. Pelajaran hari ini bagi saya yaitu :” segala sesuatu akan berobah, baik kita ingin ataupun kita ngak ingin” atau istilah Mesirnya “ kullu hagah tetghayyar, ghasbun ‘annak” :D.

Baiklah kali ini saya akan memposting tentang kegiatan beberapa waktu yang lalu yang diadakan di PPM Subulussalam, yaitu Tabligh Akbar yang mendatangkan Ustadz Shamsi Ali Imam Besar Masjid New York, USA. Wow Amazing…

Alhamdulillah atas kerjasama antara Pimpinan Elcorp Hj. ELidawati sekaligus Pimpinan Yayasan PPM Subulussalam dan pihak PPM Subulussalam, akhirnya  Ustadz Shamsi Ali bisa didatangkan ke PPM Subulussalam. Sore itu tanggal 5 Agustus bersama rombongan Elcorp ustadz shamsi Ali datang ke PPM Subulussalam untuk berbagi pengalaman beliau bagaimana pendidikan beliau yang juga mulai dari pesantren sampai kuliah di Pakistan dan selanjutnya ke Amerika sehingga menjadi Imam Besar Masjid New York dan mendirikan Nusantara Foundation dan Mualaf Center disana.



Pada awalnya ketika Bu Elidawati bercerita tentang Imam Besar Masjid New York, saya mengira beliau asli Amerika atau setidaknya orang Timur Tengah. Ternyata setelah bertemu langsung dengan beliau, beliau Asli Putra Indonesia yang dilahirkan di Sulawesi. Subhanallah,, orang Indonesia saja bisa jadi Imam Besar di Amerika, yang lebih membuat saya lebih takjub lagi beliau mengawali pendidikannya di Pesantren yang menerapkan sistem belajar siang malam di Pondok ngak bolak-balik persis sama yang diterapkan di PPM Subulussalam. Sistem belajar siang malam alias mondok ini telah diterapkan di semua pesantren di Indonesia jauh sebelum Mentri Pendidikan dan Kebudayaan mewacanakan Sistem Belajar Full Day. Disamping beliau menguasai bahasa Inggris, bahasa Arab beliau juga keren lo.

Ok, sampai disini postingan singkat saya tentang Tabligh Akbar  di PPM Subulussalam yang mendatangkan Imam Besar Masjid New York, USA Ustadz Shamsi Ali sebagai Pembicara. Nanti jika ada pertanyaan dari sahabat semua atau ada yang kurang jelas bisa ditulis dikomentar. Di tunggu ya J


Perobahan Gelar Kesarjanaan

Jakarta (Pendis) - Sejumlah gelar akademik baik baik Sarjana S1, S2 dan S3 yang berlaku sejak tahun 2009 lalu secara resmi dinyatakan tidak berlaku lagi dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) RI nomor 33 Tahun 2016 Tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan.

Sebagaimana diketahui, gelar akademik dahulu berlaku dengan mengacu pada PMA No. 36 Tahun 2009 Tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama. Diantara gelar di dalam PMA tersebut misalnya untuk Starata Satu (S1); S.Ud (Sarjana Ushuluddin untuk Fakultas Ushuluddin), S.Sy (Sarjana Syariah), S.Kom.I (Sarjana Komunikasi Islam untuk Fakultas Dakwah, S.Pd.I (Sarjana Pendidikan Islam untuk Fakultas Tarbiyah) dan SE.Sy (Sarjana Ekonomi Syariah untuk Fakultas Ekonomi).

Dengan berlakunya PMA Nomor 33 Tahun 2016, ini maka gelar akademik yang berhak disandang oleh mahasiswa setelah menyelesikan studi maka penulisannya wajib menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidahnya. Dan gelar akademik yang sekarang ini resmi diatur bersifat akomodatif terhadap perkembangan ilmu.

Sesuai dengan PMA yang baru tersebut diatas maka untuk Fakultas Ushuludin gelarnya S.Ag (Sarjana Agama) kecuali untuk jurusan Pemikiran Politik Islam yaitu S.Sos (Sarjana Sosial). Untuk Fakultas Syariah gelarnya SH (Sarjana Hukum). Fakultas Adab, S.Hum (Sarjana Humaniora). Fakultas Dakwah dan Komunikasi, S.Sos (Sarjana Sosial). Fakultas Tarbiyah, S.Pd (Sarjana Pendidikan). Fakultas Ekonomi dan Bisnis gelarnya SE (Sarjana Ekonomi) kecuali jurusan Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, S.Tr.Akun (Sarjana Terapan Akuntansi) dan Jurusan Akuntansi Syariah, S.Akun (Sarjana Akuntansi). Fakultas Psikologi bergelar S.Psi (Sarjana Psikologi). Sedangkan untuk Studi Islam Interdisipliner dan Ma`had Aly yang baru saja diresmikan mempunyai gelar S.Ag (Sarjana Agama) bagi para alumninya. Untuk Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam bergelar SIP (Sarjana Ilmu Perpustakaan).

Sedangkan untuk strata dua (S2), gelarnya hanya mengganti "S" (Sarjana) menjadi "M" (Magsiter) dan selanjutnya sesuai dengan Fakutas/Jurusan. Dan untuk S3 (strata tiga) semua Fakultas/Jurusan/Bidang Keilmuan gelarnya "Dr" (Doktor).

PMA Nomor 33 Tahun 2016 ini telah ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 09 Agustus 2016 serta telah dicatat dalam Berita Negara RI Nomor 1170 Tahun 2016.

Bekerjalah Dengan Hati Nurani

Bekerja adalah salah satu aktivitas yang disukai oleh Allah SWT, "Sesungguhnya Allah Taala senang melihat hamba-Nya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal." (HR ad-Dailami). Bahkan, Rasulullah SAW menempatkannya di deretan kegiatan yang wajib dilakukan oleh umatnya, "Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardu (ibadah mahdhah)." (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi).

Bekerja adalah upaya menjemput rezeki Allah SWT. Tujuannya agar kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Oleh karenanya, Rasulullah SAW mengajarkan prinsip-prinsip dalam menjemput rezeki. Yakni, yakin bahwa setiap manusia mendapat bagian rezeki; selalu memperbaiki cara-cara dalam menjemput rezeki; bersabar dengan rezeki yang belum kunjung datang; tidak menempuh cara-cara yang menyimpang dari sunatullah.

Dalam proses mencari rezeki, seseorang akan menghadapi berbagai kendala dan rintangan. Rintangan terberat adalah ketika hati nurani tak lagi disertakan dalam bekerja, dan lebih memilih menuruti hawa nafsu. Ketika nafsu lepas kendali, rasa malu untuk melakukan keburukan tak ada lagi, segala macam cara dihalalkan, norma dan etika tak lagi penting, bahkan iman akan mudah dikorbankan. "Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi adalah 'jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu'." (HR Bukhari).

Bila kondisi semacam ini terus berlanjut, akan timbul perilaku-perilaku impulsif yang bisa menyeret pada kepribadian yang menyimpang (personality disorder). Tidak ada kecemasan ketika melakukan kejahatan dan seusai berbuat tak tebersit perasaan bersalah (guilty feeling), yang lebih ironis perbuatan jahatnya dianggap sesuatu yang wajar.

Perilaku seperti itu merugikan banyak pihak dan diri sendiri. Tidak saja lahan pekerjaan dan kepercayaan orang lain kepadanya yang terancam lenyap, tapi kerugian yang amat besar telah menantinya yaitu bangkrutnya kekayaan hakiki (hati nurani). Dan, pada saat hati nurani telah mati, tak ada lagi ukuran untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, setiap tindakan cenderung melampaui batas, perbuatan baik dan ketaatan menjadi sesuatu yang remeh, tak sadar bahwa hidup di dunia dalam genggaman Zat Pencipta yang setiap saat siap untuk dicabut, dan lupa bahwa kehidupan dunia menjadi penentu nasib di kehidupan akhirat yang kekal.

Mengelola nafsu menjadi syarat penting dalam bekerja maupun dalam bertindak apa pun. Kejahatan dan keterpurukan selalu terinspirasi oleh nafsu yang liar. Karena pentingnya nafsu untuk dikelola, Abdullah bin Amr bin Ash mengingatkan wasiat Rasulullah SAW, "Tidak beriman seorang di antara kalian, sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa." (H. Yurdinal, MA - Kasi Penmad Padang Pariaman)

Sumber :Fokus Pasisie 

Tuesday, 28 April 2015

Pantai Ujung Tanjung Pesisir Selatan

Pantai Ujung Tanjung Muaro Sakai Kab. Pesisir Selatan
Pantai yang terletak di nagari Muaro Sakai ini sudah sangat terkenal oleh para pecinta batu akik (batu cincin).Karena batu akik yang di asah atau diolah di Kabupaten Pesisir Selatan atau Sumatera Barat umumnya berasal dari pantai ujung tanjung ini.


Dahulu sebelum dibukanya perkebunan kelapa sawit oleh PT Incasi Raya lokasi Pantai Ujung Tanjung ini merupakan kawasan hutan rawa yang lebat, yang tidak berpenghuni. Hampir semua orang disekitar Muaro sakai dan Inderapura mengatakan kalau pantai Ujung Tanjung ini angker. Karena nelayan sekitar Air haji dan Muaro Sakai sering melihat cahaya lampu bak sebuah kapal besar atau api unggun yang besar di pantai ujung tanjung ini. Tetapi ketika di dekati Lampu-lampu yang menyerupai lampu kapal besar dan api unggun yang ada di pantai ini tidak ada,hilang begitu saja.

Menurut cerita orang tua-tua di sekitar Muaro sakai dan Air haji,konon kabarnya di Pantai Ujung tanjung ini dahulunya berdiri sebuah istana,istana Gando Layu namanya yaitu tempat berdiamnya isteri Sultan Zatullahsyah,raja dari kerajaan Inderapura.Dari cerita turun temurun Istana Gando Layu ini pernah dipakai oleh Bundo Kanduang (Mande Rubiah) untuk mengamankan atau menyembunyikan Puti Bungsu (Puti kemala Sani) isteri Dang Tuangku dari kejaran raja Tiang Bungkuk.

Sampai sekarang legenda itu masih ada di masyarakat Muaro Sakai dan Inderapura.Tidak jarang jika kita akan pergi ke Pantai Ujung tanjung berpapasan dengan orang tua-tua di sekitar sini mereka itu akan mengingatkan kita untuk berhati-hati dan berpesan jika kita sampai di pantai ujung tanjung ini bertemu dengan hujan panas disarankan sebaiknya pulang saja.Kalau di teruskan juga kemungkinan kita akan menjumpai sesuatu yang aneh-aneh seperti melihat kerbau besar yang liar (kata orang sekitar itu kerbau jalang atau si binuang) atau pemandangan aneh lainnya.Kata orang tua-tua tersebut jika kita menampak itu,tak lama setelah itu kita akan sakit.Begitulah nasehat orang tua di muaro sakai yang saya temui di perjalanan ketika saya akan mencari batu akik ke pantai Ujung Tanjung ini.

Lokasi pantai Ujung tanjung ini dapat dicapai dengan kenderaan roda dua atau roda empat,Dari Padang anda menuju Painan terus ke Inderapura.Sesampai di Inderapura belok ke kanan arah ke Muaro sakai.Setiba di simpang Pasing Ganting anda lurus saja.Sampai bertemu Sungai Muaro sakai,disini anda menyeberang dengan naik ponton yang disediakan gratis untuk penduduk sekitar oleh Pt.Incasi raya.Setelah itu anda terus memasuki kawasan perkebunan sawit Pt.Incasi raya,sesampai di Kantor Pt.Incasi raya bertanyalah arah jalan ke Pantai ujung tanjung,anda pasti akan di tunjukkan.Dari sini Pantai Ujung tanjung sudah tidak jauh lagi.

Nah,kepingin tahu indahnya Pantai penghasil batu akik di Pesisir selatan,yang sampai sekarang masih dianggap angker oleh warga setempat.Berkunjunglah ke Pantai bekas istana Gando Layu ini yang sunyi ini,baik itu untuk berwisata atau untuk mencari batu akik,siapa tahu secara tidak sengaja anda menemukan batu delima.Karena di Pantai ujung Tanjung ini tersimpan batu mulia yang banyak di buru oleh orang tersebut.

fashion wanita