handphone-tablet
Showing posts with label Rihlatu Hayaty. Show all posts
Showing posts with label Rihlatu Hayaty. Show all posts

Monday, 19 September 2016

surat terbuka untuk orangtua santri



Kepada yang terhormat Para Orangtua/wali santri

Ujian Mid Semester anak kita akan dimulai sebentar lagi. Saya tahu kita cemas dan berharap anak kita berhasil dalam ujiannya.

Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para santri yang akan menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.

Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra.

Ada calon musisi, yang nilai Biologi-nya tak akan berarti.

Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada Matematika di sekolah.

Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang seni berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

Sekiranya anak Kita mendapat nilai yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka.

Katakan saja: "tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian." Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini.

Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka, kita mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka.

Lakukanlah ini, dan di saat itu, lihatlah anak kita menaklukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah takkan mencabut impian dan bakat mereka.

Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya PNS, dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini. Semua berhak bahagia, termasuk anak kita. Mari kita hargai apapun nilai mereka, tengoklah nilai anak kita dari yang tertinggi, bukan yang terendah. Sambutlah kepulangan mereka dengan tatapan senyum dan cinta.

Hormat Saya
Kepala MTs PPM Subulussalam


PISMARDI, Lc

Friday, 26 August 2016

Di Subulussalam cinta itu di semai..


Membahas tentang anak, tidak akan habis-habisnya dibicarakan. Berbagai tipe anak bisa diliat kesehariannnya bersama kita di asrama. Mulai dari manja sekali sampai mandiri dan cuek sekali, semua itu akan mudah ditemukan. Itulah santri, dengan berbagai dinamika pemikirannya. Mereka tumbuh dan berkembang dalam lingkungan PPM Subulussalam. Tugas kita memberikan pendampingan kepada mereka. Ustadz/Ustadzah yang super yang selalu setia bersama santri siang dan malam di asrama. Kadangkala mereka menjadi Guru bagi santri, kadangkala menjadi orang tua, dan kadangkala disaat yang sama mereka menjadi babysitter. Tidak mudah memang menghadapi santri yang berjumlah lebih 200an, sebanyak anak sebanyak itu pula tingkah lakunya. Bahkan satu anak saja berbagai macam tingkah lakunya. Salut untuk ustadz/ustadzah, mereka pahlawan yang berusaha merubah dengan sekuat tenaga kata “lelah” menjadi “lillah”.

Santri kelas VII melewati fase-fase yang sulit di Asrama, jika Ustadz/ustadzah tidak sabar menghadapi tingkah mereka, bisa stress setiap hari, minimal menurun berat badan. Kelas VII merupakan fase dimana mereka melewati masa frustasi dan adaptasi. Perubahan masa dari SD ke SMP penuh lika-liku yang harus kita pahami dan sikapi secara bijak. Maka tak heran kadang kita tengok ada santri yang takut tidur gelap, ada santri yang betah berlama-lama di teras masjid memandang ke arah jalan hanya untuk melihat orang tuanya yang harapkan datang untuk melihatnya ke pondok. Bahkan ada santri yang ngompol.. :D disaat-saat seperti inilah ustadz/ustadzah di asrama berubah menjadi orang tua yang memberikan kasih sayang dan kenyamanan kepada mereka. Mereka butuh cinta kita.
Lain kelas VII lain pula kelas VIII, kelas VIII dimana masa pubertas sedang melanda anak-anak kita. Di fase ini kesabaran tingkat tinggi diperlihatkan oleh ustadz/ustadzah kita. Berbagai tingkah pola akan ditemui, santri berdandan lama-lama, sering di depan cermin, sisir rambut yang rapi sekali, mencari perhatian lawan jenis. Ini merupakan sebagian kecil perubahan sikap mereka yang dengan mudah kita temukan pada santri kelas VIII.

Di kelas IX merupakan masa yang relatif tenang, bukan berarti mereka tanpa masalah. Relatif tenang karena fokus santri untuk ujian akhir. Sebagian mereka sudah habis masa pubertasnya. Tapi kadangkala ada juga santri yang “diam-diam menghanyutkan”. Kewaspadaan ustadz/ustadzah lebih ditingkatkan di fase ini.

Bagaimanapun tingkah laku mereka yang berbeda-beda di tiap fasenya, kadang membuat kita terhibur, kadang membuat kita emosi, kadang membuat kita frustasi dan kadangkala membuat kita tak bisa menahan diri. Pada akhirnya mereka adalah anak-anak kita, walaupun mereka tidak kita yang melahirkan tetapi mereka besar, tumbuh, berkembang berada pada kita. Baik buruknya perkembangan mereka, itu tanggung jawab kita bersama. Mari kita lukiskan di hati mereka tentang optimisme hidup, mari kita tanamkan di jiwa mereka kepedulian terhadap sesama. Kita semaikan bibit-bibit cinta dan kemandirian. Selamat berjuang ustadz/ustadzah, Allah bersama kita. #SepenuhHariSepenuhHati.

Lubuk Pandan, 26 Agustus 2016

Thursday, 25 August 2016

Bersama demi anak kita

PPM Subulussalam merupakan sebuah lembaga pendidikan yang didirikan demi untuk menciptakan generasi yang cerdas, terampil dan mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, kedisiplinan merupakan kunci utama yang harus dimiliki oleh seorang santri. Tanpa kedisiplinan yang tinggi dan semangat yang kuat maka santri tidak akan mampu untuk melewati “masa-masa sulit” di Pesantren.

Di PPM Subulussalam semua kegiatan di jadwalkan, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Kegiatan padat siang dan malam, begitulah kehidupan di pesantren sampai mereka tamat dan siap berkiprah di masyarakat kelak.

Pada awal tahun, biasanya santri baru “kaget”. Kaget dengan aktifitas tinggi yang belum terbiasa di rumah mereka lakukan, kaget dengan lingkungan baru yang baru mereka lalui. Berbagai tantangan dan rintangan yang mereka lalui di hari-hari pertama di Pesantren. Maka tidak heran, ada santri yang menangis karena teringat orang tua. Bahkan ada yang minta pindah karena tidak bisa jauh dari orang tua.

Menurut ibu Elia Daryati, seorang Psikolog dari Bandung yang datang ke PPM Subulussalam sebagai pemateri pada acara Seminar Parenting orang tua(18/8). Beliau mengatakan bahwa satu bulan pertama merupakan masa frustasi bagi santri baru. Pada masa-masa ini banyak santri yang tidak mampu untuk bertahan. Pada bulan kedua dan ketiga santri baru memasuki masa Adaptasi. Dimasa inilah santri sudah mulai “berdamai” dengan keadaan, santri sudah mulai bisa memahami keadaan yang ada dan sudah mulai bisa menyatu dengan lingkungan sekitar. oleh sebab itu, maka perlunya kita bangun kemitraan antara PPM Subulussalam dan orang tua santri. karena pendidikan anak tidak cukup dengan orang tua menitipkan saja anaknya ke Pesantren. Tetapi perlu kerjasama kita bersama.

Jika ada keluhan-keluhan dari santri baru, itu suatu yang lumrah. Diharapkan kepada orang tua santri tidak menanggapi terlalu berlebihan. Biarkan anak kita melewati masa-masanya di pesantren. Kuatkan anak kita, beri mereka semangat. Mudah-mudahan mereka berhasil sesuai dengan yang kita inginkan bersama. Insya Allah.
Lubuk Pandan, 25 Agustus 2016

Tuesday, 23 August 2016

Lowker di PPM Subulussalam

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Pondok Pesantren Modern Subulussalam Padang Pariaman Bekerjasama dengan Elhijab, Tahun 2017 membuka program Madrasah Aliyah Plus, saat ini sedang mencari kandidat :

Posisi:
Guru Tingkat Aliyah & Tsanawiyah
Kualifikasi:
S1 semua jurusan
Usia Maks. 40 th (guru)
Berpengalaman mengajar min. 1 tahun (guru)
Kemampuan komunikasi yg baik
Fasilitas:
Gaji bulanan
Tunjangan lainnya
Tempat tinggal (jika diperlukan/bagi yg berdomisili di luar Padang)
Informasi & Pendaftaran:
PONDOK PESANTREN MODERN SUBULUSSALAM, Kampung Panyalai Nagari Lubuk Pandan Kec. 2x11 Enam Lingkung, Kab. Padang Pariaman Sumateta Barat, Telp. 0751-4784168 (Pa Pen)
Wahyudin (081910456787) - WA/SMS/Telp
Fajar (087821522433) - WA/SMS/Telp
Heri Yudiansyah (Pak KUA) --- 085263077891 ---WA/SMS/Telp

Ketika Imam Besar Masjid New York USA datang Ke PPM Subulussalam

Assalamualaikum,,,
Maaf teman-teman sudah lama saya tidak posting di blog ini, mumkin karena kesibukan saya seperti biasa di PPM Subulussalam atau mumkin karena malas posting hehehe.. tadi siang saya membaca blog dari teman di FB sehingga memacu semangat saya untuk menulis lagi di blog ini. Blog yang sudah lama berdiri dan sudah lama terabaikan. Tadi sudah saya robah templatenya walaupun agak susah juga karena sudah banyak perubahan di blogspot dan saya tidak mengikuti perkembangan perubahan tersebut. Namun Alhamdulillah saya berhasil merobah templatenya. Pelajaran hari ini bagi saya yaitu :” segala sesuatu akan berobah, baik kita ingin ataupun kita ngak ingin” atau istilah Mesirnya “ kullu hagah tetghayyar, ghasbun ‘annak” :D.

Baiklah kali ini saya akan memposting tentang kegiatan beberapa waktu yang lalu yang diadakan di PPM Subulussalam, yaitu Tabligh Akbar yang mendatangkan Ustadz Shamsi Ali Imam Besar Masjid New York, USA. Wow Amazing…

Alhamdulillah atas kerjasama antara Pimpinan Elcorp Hj. ELidawati sekaligus Pimpinan Yayasan PPM Subulussalam dan pihak PPM Subulussalam, akhirnya  Ustadz Shamsi Ali bisa didatangkan ke PPM Subulussalam. Sore itu tanggal 5 Agustus bersama rombongan Elcorp ustadz shamsi Ali datang ke PPM Subulussalam untuk berbagi pengalaman beliau bagaimana pendidikan beliau yang juga mulai dari pesantren sampai kuliah di Pakistan dan selanjutnya ke Amerika sehingga menjadi Imam Besar Masjid New York dan mendirikan Nusantara Foundation dan Mualaf Center disana.



Pada awalnya ketika Bu Elidawati bercerita tentang Imam Besar Masjid New York, saya mengira beliau asli Amerika atau setidaknya orang Timur Tengah. Ternyata setelah bertemu langsung dengan beliau, beliau Asli Putra Indonesia yang dilahirkan di Sulawesi. Subhanallah,, orang Indonesia saja bisa jadi Imam Besar di Amerika, yang lebih membuat saya lebih takjub lagi beliau mengawali pendidikannya di Pesantren yang menerapkan sistem belajar siang malam di Pondok ngak bolak-balik persis sama yang diterapkan di PPM Subulussalam. Sistem belajar siang malam alias mondok ini telah diterapkan di semua pesantren di Indonesia jauh sebelum Mentri Pendidikan dan Kebudayaan mewacanakan Sistem Belajar Full Day. Disamping beliau menguasai bahasa Inggris, bahasa Arab beliau juga keren lo.

Ok, sampai disini postingan singkat saya tentang Tabligh Akbar  di PPM Subulussalam yang mendatangkan Imam Besar Masjid New York, USA Ustadz Shamsi Ali sebagai Pembicara. Nanti jika ada pertanyaan dari sahabat semua atau ada yang kurang jelas bisa ditulis dikomentar. Di tunggu ya J


Monday, 6 April 2015

Belajar di Alam Itu Menyenangkan

Pagi ini, sebagaimana biasa saya mengajar di kelas VII Pi. Pagi ini saya tergesa-gesa ke ruangan majlis guru karena kelompok tahfiz saya agak terlambat selesainya. Di tambah lagi saya tidak mandi sebelum subuh, otomatis mandi pagi nya dipindahkan setelah tahfiz. Tanpa memperpanjang waktu, setelah tahfiz ba’da subuh selesai, saya langsung mandi pagi dan bergegas datang ke kantor asrama. Jarak antara kantor dan asrama tidak jauh, hanya beberapa meter saja. Santri sudah mulai berbaris untuk apel pagi, terlihat Pak Kepsek kami Betharianto, MA sedang memimpin apel pagi. Saya langsung masuk ke kantor asrama dan menyiapkan perlengkapan mengajar pagi ini, yaitu file warna hijau berisi absen santri dan nilai santri yang wajib dipunyai oleh setiap ustadz dan ustadzah yang mengajar, dan tak lupa pula buku panduan saya yaitu buku pelajaran Muthalaah.

Pelajaran muthalaah ini merupakan cabang dari pelajaran bahasa Arab, dalam mata pelajaran ini buku yang saya pakai yaitu Khulashah Nuril Yakin. Berisi tentang sejarah kehidupan Rasulullah Saw.

Jam 08.25 Wib apel pagi selesai, saya langsung menuju ruang kelas VII Pi. Dari beberapa kelas yang saya ajar, kelas VII Pi ini sangat kritis sekali. Hal  yang selalu mereka komentari adalah tentang penampilan saya. Jika baju yang saya pakai menurut mereka tidak cocok, maka mereka akan mengatakannya langsung. Menurut mereka baju yang cocok bagi saya adalah baju kemeja lengkap dengan dasi. Baju batik tidak cocok buat saya. Padahal pakaian favorit saya kan baju batik.  Bahkan parfum yang saya pakai juga mereka beri komentar. Jika masuk kelas VII Pi ini, saya selalu memakai parfum berbau strawberry. Kalau berubah parfum yang saya pakai pasti mereka akan beri komentar. Pernah sekali saya memakai parfum... (saya lupa namanya). Awal saya masuk kelas, langsung terdengar celotehan dari seorang santri: “ pedas ustadz, pedas banget baunya, ganti....”. Mereka protes agar saya mengganti parfum saya. Itulah santri Putri kelas VII, dengan plus dan minusnya. Mereka perhatian sekali dengan saya sebagai guru mereka. saya masih teringat ucapan guru saya ketika saya di bangku MTsN dulu: “ Cintai dulu gurumu, maka kamu akan cinta pelajarannya”. Dan memang itu terbukti. Saya sudah buktikan sendiri. Ketika saya jadi guru, santri-santri saya juga melakukan hal yang sama. Jika saya tidak menarik menurut mereka, mereka agak malas belajar dengan saya. Makanya dalam mengajar, bukan hanya penguasaan materi yang harus dipunyai oleh seorang guru, namun ada yang lebih penting dari pada itu yaitu penampilan yang menarik dan percaya diri yang tinggi di hadapan santri.

ketika kakiku kulangkahkan masuk kelas VII Pi, mereka sudah menjawab salamku dengan semangatnya, “waalaikum salam ustadz”, kata mereka serentak. Padahal saya belum mengucapkan apa-apa. Pasti ini ada keinginan yang tersembunyi. Tebakan saya ternyata benar, mereka ingin belajar ke sungai. Kegirangan meliputi wajah mereka semua ketika saya anggukkan kepalaku tanda menyetujui usulan mereka untuk belajar ke sungai.


Kami berjalan menyusuri jalan kecil menuju sebuah sungai yang tidak jauh dari Ponpes. Hanya beberapa menit saja, kami sudah sampai di sungai. Dan mulainya proses belajar mengajar. Tanpa terasa waktu 2 jam pelajaran berlalu dengan cepatnya, karena semangat dan keseriusan mereka dalam mengikuti pelajaran. Hmm.. saya bergumam di dalam hati: “ Tempat belajar hanya wasilah untuk menyampaikan pelajaran kepada santri, tujuan belajar adalah terjadinya proses transfer ilmu. Asal tujuan tercapai berbagai wasilah boleh digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Agar tercapai tujuan kita, kadang dibutuhkan hati untuk mendengar pendapat mereka, karena anak seumuran mereka butuh untuk di dengar. Jika kita sudah dengarkan ide mereka, mereka pasti akan lakukan dengan sungguh-sungguh. Buktinya semua mengikuti PBM dengan baik. Kadang belajar di alam terbuka merupakan pilihan terbaik untuk menghilangkan kejenuhan santri dari belajar di ruang kelas. Mari kita kembangkan ide bersama santri. Kita selami dunia mereka, jangan paksa mereka ikut dunia kita. Jika kita sudah menyelami dunia mereka, nanti kita akan mudah untuk memberi warna terhadap dunia mereka. berikanlah sentuhan lembut kita, kembangkan imajinasi mereka. ingat mereka adalah generasi pelanjut kita.”

Pondok Pesantren Modern Subulussalam
Senin, 6 April 2015, 11.00 PM

Bersambung........

Sunday, 5 April 2015

Disana Ada Cinta, Disinipun Sama


Selamat sore sahabatku, sambil duduk-duduk di kantor asrama mengamati aktifitas santri yang sedang latihan tapak suci dan sambil menunggu santri kelas IX yang kembali ke Pesantren pada hari ini. Mereka di pulangkan ke rumah masing-masing pada kamis kemarin setelah menyelesaikan UAS. Beberapa orang dari mereka baik putra maupun putri sudah mulai nampak berdatangan.

Rintik-rintik gerimis tak terasa mulai membasahi kawasan pondok, memang saat ini lagi musim hujan, hampir tiap hari hujan mengguyur Pesantren kami. Awan mendung hitam gelap nampak nyata di langit yang biasanya biru. Namun cuaca seperti ini tidak menyurutkan semangat santri untuk beraktifitas sebagaimana biasa.

Di tulisan saya kali ini, sebagaimana pesan penulis kondang. Kalau tidak salah namanya Mbak Helvy Tiana Rosa, cobalah menulis dengan hati. Hmm, saya akan coba menulis dengan hati. Walaupun kadang mentok kehilangan ide ketika di saat menulis. Maklum belum terbiasa, seperti wartawan yang kadang dalam sehari bisa menulis beberapa berita sekaligus.

Baiklah, saya akan mencoba menulis pengalaman saya selama menjadi pengasuh di Pesantren Modern Subulussalam. Ketika saya diterima di Pesantren ini saya diamanahi untuk mengurus santri, istilah kami sebagai wali kamar. Saya bertanggung jawab kepada beberapa orang santri yang menjadi anak asuh saya. Pengalaman menarik terjadi ketika saya di tahun kedua disini, kebetulan di tahun kedua ini saya dipercaya sebagai Waka Bagian Asrama. Disamping saya sebagai Waka Bagian Asrama, saya juga sebagai pengasuh atau wali kamar santri. Setelah santri dibagi menjadi beberapa kamar. Saya memilih menjadi wali kamar santri kelas I. Jumlahnya sekitar 16 orang santri dalam satu kamar itu. Mereka kami beri fasilitas lemari, Dipan tidur yang dua tingkat dan kasur. Sementara bantal dan lain-lain mereka bawa dari rumah masing-masing.


Di hari-hari pertama, merupakan masa-masa sulit bagi santri baru. Karena mereka akan menempuh keadaan yang belum pernah mereka rasakan. Setelah santri baru masuk, kami sengaja membuat program yaitu selama 1 bulan orang tua santri dilarang untuk mengunjungi ataupun sekedar berbicara dengan anaknya ditelpon. Jika ada yang perlu diantarkan untuk anaknya harus melalui ustadz atau ustadzah, janjiannya di luar komplek pesantren. Hmm... sadis banget peraturannya kata sebagian orang tua,, hahaha. Namun demi untuk merubah kebiasaan anak dari zona nyamannya kepada zona yang tidak nyaman bagi sebagian orang, hal ini harus kami lakukan. Sampai mereka terbiasa. Karena kegiatan mereka terjadwal mulai dari jam 4 subuh sampai jam 10 malam. Kami memilih program ini mempunyai 2 tujuan, yaitu untuk menguji anak jauh dari orangtua dan menguji orangtua jauh dari anak.

Di hari pertama, pemandangan mata bengkak dan isak tangis terlihat dimana-mana baik di asrama santri putra maupun di asrama santri putri. Saat-saat itulah, saat yang sulit baik bagi anak maupun bagi orangtua santri. Berpisah dengan anak selama 1 bulan tidak boleh di temui dan dilihat.

Bahagia Milik Semua

hari berganti hari, beberapa hari pertama biasa saja. Santri disibukkan dengan MOS, siang malam kegiatan mereka padat. Setelah itu, sudah mulai ada orangtua yang menelpon minta berbicara dengan anaknya bahkan sampai ada orangtua yang menangis-menangis ingin mendengar suara anaknya. Peraturan tetap peraturan, kami tidak izinkan. Bahkan ada yang nekat langsung datang ke Pesantren.

Sedangkan santri, karena mereka sedang masa transisi dari masa SD ke tingkat SMP, dari biasanya jam 6 baru bangun dan terbiasa dengan berbagai hiburan di rumah dengan gadget dan TV. Semua di Pesantren itu tidak ada. Jam 4 subuh sampai jam 10 malam sudah ada jadwal kegiatan. Sudah mulai ada rasa jenuh dari mereka. Sudah mulai ada yang kangen dengan suasana rumah. Sudah ada yang rindu dengan fasilitas di rumah. Sudah mulai nampak sifat asli mereka, seperti manja, susah di bangunkan bahkan ada juga yang ngompol.

Disitulah saya sebagai single parent, hehehe. Harus mencari ide untuk membuat mereka senyaman mungkin. Kadang sebelum tidur saya bacakan mereka dongeng. Kadang ada juga, sebelum tidur minta diusap-usap kepalanya, Kadang kami ketawa bersama, bercanda bersama dan bermain bersama. Setelah dijalani, banyak pelajaran yang dapat kita ambil sebagai orangtua pengganti atau pengasuh. Dengan menjalaninya kita bisa memahami karakter masing-masing anak, 16 santri dalam satu kamar, 16 pula sifatnya. Disitu cinta, kasih sayang dan kebijaksaan kita sangat diharapkan. Alhamdulillah para ustadz dan ustadzah di asrama melakukannya dengan penuh cinta. mereka berhasil untuk bisa move on dari suasana rumah ke suasana pondok yang di setting sedemikian rupa yang padat dengan berbagai macam kegiatan, kami berhasil pula menjadi orangtua bagi mereka. Alhamdulillah. Disini, di Pesantren Modern Subulussalam ada cinta. orangtua memberikan mereka cinta, di sinipun sama.

Pondok Pesantren Modern Subulussalam
Minggu, 5 April 2015, 4:46 PM

Bersambung......

Saturday, 4 April 2015

Subulussalam Pesantrenku

Selamat pagi semua, pagi ini kota Padang lumayan tenang, adem ayem, gak terlalu dingin dan ngak terlalu panas. Hari ini aktifitas sekolah akan dimulai walaupun kemarin tanggal merah. Aku teringat ketika masa-masa sekolah dulu, kalo hari seperti hari ini kami namakan “harpitnas” (Hari Terjepit Nasional). Biasanya kami juga akan libur walaupun tidak ada pengumuman libur dari pihak sekolah. Agar siswa/siswinya tetap datang ke sekolah, biasanya pihak sekolah akan membuat berbagai hukuman atau denda bagi siswa/siswi yang menambah liburnya.

Sedangkan aktifitas perkantoran pada hari ini tidak ada , hari ini masih termasuk libur. Aktifitas perkantoran akan buka seperti biasa pada hari senin depan. Sehingga kota Padang biasanya jam segini sudah sibuk, sekarang masih lengang, tidak ada aktifitas yang bikin macet.

Ditemani dengan secangkir kopi pagi, di sudut kota Padang ini. Ku coba lagi untuk menulis apa yang bisa aku tulis. Hmm, belajar menulis memang membutuhkan kemauan dan keinginan yang kuat. Kadang ide itu banyak terdapat dalam pikiran tetapi sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata berbentuk tulisan. Begitulah menulis membutuhkan keahlian  sendiri yang jarang dimiliki oleh orang.
Baiklah pagi ini aku akan bercerita tentang Pesantren kami. Aku bergabung di Pondok Pesantren Modern Subulussalam belum genap 2 tahun. Bermula dari cerita kakak kelasku akhirnya aku bisa mengajar diterima sebagai staf pengajar di Pesantren tersebut. Pesantren ini tidak terlalu jauh dari Kota Padang, sekitar 1 jam perjalanan dengan motor. Terletak di kampung Panyalai, nagari Lubuk Pandan yang asri, hijau. Dibelakangnya terhampar areal persawahan yang menghijau sepanjang tahun, ditambah lagi pepohonan yang rindang di sekeliling Pesantren, sehingga Pesantren kami disebut juga Pesantren Hijau. Udaranya ngak panas dan ngak pula terlalu dingin.
Ponpes Subulussalam berdiri sejak tahun 1991. Di Ponpes ini santri hanya belajar sekitar 3 tahun, yaitu setingkat MTs. Untuk Ujian Nasional, kami menyelenggarakan sendiri. Alhamdulillah, santri tamatan dari Ponpes Subulussalam bisa diterima di sekolah-sekolah favorit baik di Sumatera barat maupun di pulau jawa. Sedangkan kurikulum dan mata pelajaran yang dipelajari di Ponpes Subulussalam memadukan antara Kurikulum Diknas, Kemenag dan Kurikulum Pondok.
Untuk diketahui, santri Ponpes Subulussalam berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan ada juga yang berasal dari Batam, Dumai dan beberapa orang dari Pulau Jawa. Tapi mayoritas berasal dari Kabupaten Padang Pariaman. kegiatan santri putra dan santri putri terpisahkan, baik asrama maupun ruang kelas, walaupun terletak di satu komplek yang sama.
Ponpes Subulussalam sudah memiliki fasilitas yang lengkap, Masjid Nurul Huda sebagai pusat kegiatan santri terletak di tengah Ponpes. Asrama, ruang kelas, pustaka, labor komputer dan ruang serbaguna yang di gunakan untuk ruang makan santri dan kegiatan-kegiatan lainnya. Tidak lupa pula lapangan futsal dan lapangan badminton tersedia di Ponpes Subulussalam. Motto kami keseimbangan antara Ruhiyah dan Badaniyah tetap terjaga, makanya segala fasilitas yang menunjang untuk itu disediakan disini.
Itulah gambaran sepintas dari Pondok Pesantren Modern Subulussalam tempat kami mengajar dan belajar. Untuk melihat lebih dekat silahkan datang saja ke Pondok Pesantren Modern Subulussalam dengan alamat Kampung Panyalai, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera barat.
Sabtu, 04 April 2015 Jam 6:42 AM
To Be Continue............

Friday, 3 April 2015

Rihlatu Hayati


Apa kabar teman-teman semua, semoga baik-baik saja. Udah lama rasanya blog ini kubuat tapi isinya hanya copy paste dari situs-situs lain. Maka sebab itu aku  mencoba untuk menulis sendiri, walaupun nanti ngak bagus-bagus amat. Maklumlah baru belajar menulis. Mohon maklum ya. Jangan diketawain. hehe

Tulisan ini ku beri judul “Rihlatu Hayati” artinya Perjalanan Hidupku. Hal-hal yang berkaitan dengan diri pribadiku dan hal-hal yang aku temui dan lalui sehari-hari akan aku coba untuk tuliskan.

Bingung juga ya cari topik penulisan, ngak tau mau nulis apa, kalo nulis tentang BBM naik sudah banyak beritanya, klo nulis pula tentang pemerintah sekarang takut nanti ditangkap pula. Atau malah ntar blog yang kurang bagus ini kena “begal” pula seperti situs-situs yang kena blokir beberapa hari ini.
  Masjid Al Azhar, Kairo

 Ooh ya, perkenalkan namaku Pismardi, saat ini aku melakoni dua tanggung jawab, yaitu sebagai pendidik dan sebagai murid. aku mengajar di Pondok Pesantren Modern Subulussalam yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman. Alhamdulillah sudah hampir 2 tahun ini aku mengabdikan diri disana untuk mencetak generasi Islam mendatang dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hehe... diawal aku mengajar disana, aku mengajar beberapa mata pelajaran, seperti Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, Ilmu Nahwu dan Muthalaah yang merupakan cabang dari pelajaran bahasa Arab juga. Disamping mengajar di kelas, aku juga dipercaya untuk menjadi pembimbing santri di Asrama. Sudah 10 bulan ini aku dipercaya sebagai Waka Bagian Asrama. Sekarang aku hanya mengajar mata pelajaran Bahasa Arab saja, Ilmu Nahwu dan Muthalaah saja dan fokus di Asrama. Tentang asrama dan santri nanti aku akan ceritakan dalam tulisan selanjutnya.
 Masjid Nurul Huda, Ponpes Subulussalam

Disamping tugasku sebagai pendidik, aku juga terdaftar sebagai mahasiswa di IAIN Imam Bonjol Padang. Aku kuliah ambil jurusan Ahwal Syakhsiyah. Alhamdulillah tahun ini aku sudah menyelesaikan semester III dan sedang dalam pengurusan proposal tesis. Mohon doanya semoga kuliahku cepat kelar.

Aku berasal dari sebuah kampung kecil di Air Haji, nama daerahnya Simpang Tiga Olosenanyan, Kayu Lurus, Bantaian. Dulu aku sekolah di SD di kampung kemudian dilanjutkan MTsN Punggasan sekitar 25 KM dari rumah. Setelah menyelesaikan MTsN aku melanjutkan ke MAN 2 Padang yang terletak di Kota Padang. 3 tahun menuntut ilmu di Kota Padang, akhirnya takdir membawaku ke Negeri Piramida,  Mesir. Iya,,, disana aku menuntut ilmu di Universitas Al Azhar mengambil kuliah di Jurusan Syariah Islamiyah fakultas Syariah wal Qanun. Seolah serasa dalam mimpi ternyata kenangan itu sudah lama tertinggal jauh, sekarang aku sudah kembali ke Kota Padang tercinta untuk melanjutkan menuntut ilmu.

Ok, demikian dulu perkenalan singkat dari aku, ditunggu tanggapan teman-teman, mari berkenalan dan berbagi hal-hal yang positif. Jangan lupa kritikan dan sarannya ya buat tulisanku. Selamat pagi semoga sukses selalu. amin

PADANG
Jumat, 9:43 AM Tanggal 3 April 2015
fashion wanita