Sunday, 19 July 2009

Candi Borobudur Tetap jadi Keajaiban Dunia


BOROBUDUR--MI: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik menegaskan tidak ada orang yang boleh meragukan bahwa Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, adalah keajaiban dunia.

"Candi Borobudur salah satu keajaiban dunia. Tidak ada orang yang boleh meragukan bahwa Borobudur memang ajaib," katanya di Borobudur, Kamis (16/7) saat mewakili Presiden Susilo Bambang Yudoyono membuka Borobudur International Festival (BIF), 16-20 Juli 2009.

Sekitar abad ke-8, katanya, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mampu membangun candi yang relatif tinggi tingkat kesulitannya. Ketika itu, katanya, belum ada insinyur dan teknologi maju. "Kalau sekarang kita diminta membuat Candi Borobudur seperti ini, insinyur banyak, teknologi sudah tinggi, belum tentu bisa," katanya.

Ia mengatakan, Candi Borobudur disebut keajaiban dunia karena memang candi peninggalan Dinasti Syailendra di antara aliran Kali Elo dengan Progo yang dibangun dari tatanan sekitar dua juta batu itu memang ajaib. Badan PBB untuk Kebudayaan, UNESCO, katanya, telah menyatakan bahwa Candi Borobudur sebagai warisan dunia yang syaratnya antara lain menyangkut tingkat kesulitan arsitektur dan teknologi, serta memiliki nilai sejarah. "Mari kita tetap bangga dan jangan goyah pikiran kita bahwa Borobudur tetap keajaiban dunia," katanya.

Kalau beberapa waktu lalu Borobudur tidak termasuk tujuh keajaiban dunia, katanya, itu hanyalah cara perusahaan swasta membuat jajak pendapat melalui layanan pesan singkat dan internet tentang objek wisata yang disukai masyarakat. "Jadi (dalam jajak pendapat itu) tidak ada unsur arsitektur dan kesejarahan Candi Borobudur. Kita tetap yakin Borobudur keajaiban dunia," katanya.

Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, mengatakan, BIF yang diikuti perwakilan dari beberapa negara dan provinsi lain di Indonesia bermanfaat mempertemukan potensi seni dan budaya Indonesia dan mancanegara. "Supaya masyarakat dunia tetap ingat, mencintai, memelihara, dan melestarikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya kebanggaan dunia," katanya.

BIF, katanya, sebagai embrio jalinan kerja sama seni budaya dan kerja sama untuk kegiatan lain antarnegara terutama dalam mendatangkan wisatawan ke negara masing-masing termasuk untuk kunjungan wisata ke Jateng dan daerah lain di Indonesia. Berbagai kegiatan BIF antara lain pentas seni budaya internasional, pameran internasional produk unggul Jateng, pameran perdagangan dan investasi, promosi wisata, seminar tentang warisan budaya dan pariwisata, serta widya wisata. (Ant/OL-06)


http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/85756/90/14/Candi-Borobudur-Tetap-jadi-Keajaiban-Dunia

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)