Friday, 10 June 2011

Siswa SD Jember Ciptakan Alat Pendeteksi Gempa

Jember - Seorang siswa berprestasi Rintisan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional (RSDBI) SDN Jember Lor 3, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Fahriza Nur Erowati, menciptakan alat pendeteksi dini untuk gempa bumi.

"Saya memiliki ide untuk menciptakan alat pendeteksi gempa karena Indonesia rawan diguncang gempa bumi," kata Fahriza di sekolah setempat, Kamis.

Menurut dia, bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat pendeteksi gempa tersebut cukup mudah antara lain kayu, pipa paralon, penjepit kabel, aki, bandul, kawat, dan klakson untuk alarm.

"Sebagian bahan yang digunakan adalah barang bekas seperti paralon, bandul, dan klakson untuk alarm. Biaya pembuatan sekitar Rp75 ribu," tutur siswa berprestasi itu.

Ia menjelaskan, ide pembuatan alat pendeteksi hingga tercipta sebuah seismograf memerlukan waktu selama tiga bulan dengan bantuan guru pendamping siswa berprestasi di sekolah setempat.

"Saya memerlukan waktu untuk merangkai alat pendeteksi gempa sekitar dua jam saja," paparnya.

Putri pasangan Desi Sri Handayani dan Sidiq Anggoro tersebut berhasil menjadi siswa berprestasi terbaik mewakili Kabupaten Jember untuk bertanding di even tingkat Provinsi Jatim.

Fahriza menuturkan alat pendeteksi gempa itu dipasang di dinding rumah, dengan cara kerja yakni getaran dinding akibat gempa akan menyebabkan bandul bergerak dan menyentuh kawat, kemudian alarm dari klakson akan berbunyi sebagai tanda peringatan dini terjadi gempa.

"Kalau ada getaran gempa yang menggetarkan dinding rumah maka alat pendeteksi gempa itu akan berbunyi, sehingga masyarakat bisa keluar rumah untuk menyelamatkan diri," katanya, menambahkan.

Sementara guru pendamping siswa berprestasi SDN Jember Lor 3, Eni Sri Lestari mengatakan Fahriza akan mengikuti Lomba Siswa Teladan SD tingkat Provinsi Jatim pada awal Agustus mendatang.

"Ide untuk menciptakan alat pendeteksi gempa itu berasal dari siswa sendiri, namun kami membantu pendanaan dan menumbuhkan kreatifitas siswa untuk membuat sebuah alat yang berguna untuk masyarakat," tuturnya.

Ia menjelaskan pihak sekolah berusaha menyempurnakan alat pendeteksi gempa itu dengan melengkapi alat pencatat kekuatan gempa bumi.

"Saya berharap seismograf itu dilegkapi dengan alat pencatat gempa, sehingga bisa diketahui berapa skala richter (SR) gempa bumi yang mengguncang daerah setempat," papar Eni.

Sumber:

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)