Wednesday, 1 April 2015

Bantuan untuk Bocah Penderita Tumor di Kaki Terus Mengalir

Bantuan untuk Kholid Ferdiansyah (8) terus mengalir sejak bocah penderita tumor di kaki kirinya ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat oleh Dinas Kesehatan setempat, Senin 30/03/2105) kemarin. Kholid akan mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit tersebut. 


Tak hanya Pemerintah Aceh Barat yang telah berkomitmen untuk menanggung seluruh pengeluaran biaya pengobatan Kholid selama menjalani perawatan di rumah sakit, sejumlah mahasiswa, pemuda dan Pelajar yang tergabung dalam Komunitas Peduli Keselamatan Bersama (BPKB) di Aceh Barat pun ikut prihatin dan turun ke jalan menggalang sumbangan untuk meringankan beban keluarga bocah yang masih duduk di kelas satu SD ini. 



“Kami dari KPKB Aceh Barat ikut prihatin dengan kondisi Kholid sehingga kami terbuka hati melakukan penggalangan sumbangan di jalan untuk meringankan beban keluarga Kholid yang tidak mampu itu," kata Rahmad Ozer, ketua KPKB kepada wartawan, Selasa (31/03/2015). 



Menurut Rahmad, komunitas Peduli Keselamatan Bersama (BPKB) melakukan aksi galang sumbangan dari pengguna jalan sudah dilakukannya selama tiga hari ini, dan mereka berhasil mengumpukan uang Rp 2 juta. 



“Alhamdulilah uang yang terkumpul sudah kita serahkan kepada ibunya Kholid tadi siang, semoga dengan sumbangan dari masyarakat ini bisa sedikit meringankan beban keluarga pemulung itu yang sangat membutuhkan uang," kata Rahmad, Selasa.



Sementara itu, Sri handayani (28), ibunda Kholid mengaku terharu karena kini banyak pihak yang membantu dan melihat langsung kondisi putranya yang kini sedang dirawat di ruangan anak Rumah Sakit Cut Nyak Dhien. 



"Selama dirawat di sini alhamdulillah ramai yang datang menjenguk anak saya, mulai dari mahasiswa, anggota DPRK dan sejumlah pejabat di Meulaboh," katanya. 



Sebelumnya, kholid yang menderita penyakit tumor di bagian kaki kirinya sejak enam bulan lalu hanya bisa terbaring menangis di lantai rumahnya menahan rasa kesakitan. Bocah yang masih duduk di kelas satu SD ini hanya diobati dengan cara alternatif di kampung karena orangtuanya tak mampu memberikan pengobatan yang layak untuk buah hatinya. 



“Kemarin memang Kholid sudah pernah saya bawa ke rumah sakit dua kali, biaya pengobatan di rumah sakit ditanggung oleh BPJS, tapi untuk biaya makan dan keperluan lain sehari-hari kami sudah tidak punya, karena selama anak sakit ayahnya sering tidak bekerja memulung barang bekas,” jelasnya.

Sumber: Kompas

4 comments:

  1. Alhamdulillah semoga bermanfaat dan si penderita cepet sembuh amiiin

    ReplyDelete
  2. terimakasih komennya Mas Cahyo dan Mas Rip.. semoga kholid cepat sembuh dan banyak lagi orang2 Indonesia yang berhati mulia untuk membantu orang2 yang menderita.. Amin

    ReplyDelete

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)