Friday, 25 September 2009

Indonesia Jalin Kerja Sama Wisata dengan Korea

Surabaya (ANTARA News) - Indonesia melalui "Surabaya Tourism Promotion Board/STPB" dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya menjalin kerja sama dengan Korea, seiring partisipasinya dalam Busan Sister (Friendship) Cities Art Exchange Symposium di International Room Busan "Culture Center", Korea Selatan (18/9).

"Even ini diikuti beberapa negara `sister city` dari Busan antara lain China, Indonesia, dan Jepang," kata "Executive Director" STPB, Yusak Anshori, dalam rilis yang diterima ANTARA, Rabu sore.

Di samping mempromosikan "Cross Culture Festival" 2009 yang akan dihelat di Surabaya pada tanggal 15-18 Oktober nanti, pria yang didaulat presentasi dalam acara itu juga mempromosikan potensi wisata yang ada di Surabaya.

"Bahkan, di sana saya juga mempromosikan Jawa Timur," ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap, banyak wisatawan Korea, China, dan Jepang yang akan berkunjung ke Surabaya.

"Sejak Januari sampai Juli 2009, wisatawan Korea yang berkunjung ke Surabaya menempati urutan ke-9 dibandingkan wisatawan negara lain atau mencapai 1.770 orang," katanya.

Jumlah tersebut, kata dia, mengalami penurunan daripada pencapaian tahun sebelumnya sebanyak 2.418 orang.

"Sementara, hingga Juli lalu wisatawan China menempati peringkat ketiga dengan jumlah 5.488 orang atau turun dari perolehan tahun lalu 8.899 orang, sedangkan Jepang di peringkat kelima sejumlah 3.168 orang atau turun dari sebelumnya 5.817 orang," katanya.

Selain itu, ia mengaku, akan mengembangkan kerja sama di bidang kebudayaan antar universitas.

"Hal tersebut sudah kami rundingkan dengan perwakilan dari Korea, Dong-A University, Prof. Suk-Jun Lim, PhD dan ia menyetujuinya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Wiwiek Widayati, menambahkan, kini berupaya semaksimal mungkin agar program "sister city" yang dimiliki oleh Surabaya lebih memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, dan budaya.

"Salah satunya dengan sinergi bersama STPB sehingga promosi akan lebih efektif dan produktif. Kami juga memanfaatkan waktu yang ada mengadakan promosi di tempat konser musik klasik yng dihadiri lebih dari 300 orang," katanya.(*)

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)