Friday, 28 August 2009

Ekonomi Indonesia Terbaik di Asia Tenggara

Resesi ekonomi telah melanda banyak negara di dunia. Bukan hanya negara-negara maju, negara berkembang pun juga terkena dampaknya. Banyak negara maju sudah mengalami pertumbuhan ekonomi negatif beberapa triwulan terakhir, seperti Amerika dan Jepang.

Perekonomian Indonesia juga mengalami perlambatan yang cukup signifikan, tetapi masih tumbuh positif pada triwulan I–2009 ini. Lalu, bagaimana dengan keadaan ekonomi negara-negara tetangga Indonesia?

Pertumbuhan Ekonomi
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia mengalami perlambatan yang cukup signifikan dalam tiga triwulan terakhir. Pada triwulan III–2008 lalu, ekonomi Indonesia tumbuh dengan laju 6,4%. Selanjutnya, pada triwulan IV–2008, ekonomi Indonesia tumbuh 5,2%. Angka ini menurun terus hingga pada triwulan I–2009 ekonomi Indonesia tumbuh 4,4%.
Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi yang masih positif ini tentunya adalah sesuatu yang menggembirakan di tengah resesi global yang sedang terjadi saat ini. Negara-negara tetangga Indonesia di kawasan Asia Tenggara juga telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif pada triwulan I–2009. Beberapa negara bahkan sudah mengalaminya selama beberapa triwulan terakhir.
Singapura, misalnya, sudah mengalami pertumbuhan negatif selama tiga triwulan berturut-turut. Pada triwulan III–2008, ekonomi Singapura mengalami kontraksi sebesar –0,06%. Selanjutnya, pada triwulan IV–2008, ekonomi Singapura mengalami kontraksi sebesar –4,05%. Perekonomian Singapura terus mengalami kontraksi hingga mencapai –10,38% pada triwulan I–2009.
Negara tetangga lainnya juga mengalami hal yang sama. Thailand, misalnya, telah mengalami pertumbuhan negatif selama dua triwulan terakhir. Pada triwulan III–2008, ekonomi Thailand masih tumbuh 3,9%. Namun, pada triwulan IV–2008, ekonomi Thailand mengalami kontraksi sebesar –4,2% dan pada triwulan I–2009 mengalami kontraksi sebesar –7,1%.
Memang Filipina masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan I–2009. Namun, pertumbuhannya relatif kecil dan telah menunjukkan tren menurun. Perekonomian Filipina tumbuh 0,45% pada triwulan I–2009 setelah tumbuh 2,85% pada triwulan IV–2008 dan 4,56% pada triwulan III–2008.
Adapun Malaysia, perekonomiannya masih tumbuh positif pada triwulan III–2008 dan triwulan IV–2008, yaitu masing-masing sebesar 4,77% dan 0,13%. Namun, pada triwulan I–2009, pertumbuhan ekonomi Malaysia sudah mengalami kontraksi sebesar –6,17%.

Indeks Kepercayaan Konsumen
Secara umum, aktivitas ekonomi suatu negara sebagian besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga (konsumen). Sebagai contoh, lebih dari 60% produk domestik bruto (PDB) Indonesia didukung oleh belanja konsumen. Oleh karena itu, sangat penting untuk melihat kondisi ekonomi rumah tangga di negara-negara tersebut guna memberi gambaran tentang keadaan perekonomiannya.
Salah satu indikator yang dapat menunjukkan hal tersebut adalah Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK). IKK yang tinggi menunjukkan bahwa makin banyak konsumen yang merasa optimistis terhadap kondisi perekonomian saat ini dan prospeknya ke depan. Sebaliknya, IKK yang rendah menunjukkan bahwa makin banyak konsumen yang merasa pesimistis terhadap kondisi perekonomian.
IKK yang tinggi juga mencerminkan daya beli masyarakat yang masih tinggi. Daya beli masyarakat yang masih tinggi biasanya akan mendorong rumah tangga untuk meningkatkan belanjanya. Sebaliknya, apabila daya beli masyarakat menurun, konsumen cenderung untuk menahan belanjanya. Jadi, IKK yang tinggi biasanya diikuti oleh peningkatan belanja rumah tangga, yang pada akhirnya akan mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat.
Konsumen di Indonesia masih merasa yakin bahwa kondisi perekonomian saat ini dan prospeknya ke depan akan makin membaik. Hal itu tergambar jelas dari naiknya IKK Danareksa Research Institute sebesar 6,3% menjadi 89,5 pada bulan Mei 2009. Level IKK pada bulan Mei ini merupakan level tertinggi sejak bulan November 2006, di mana pada saat itu IKK mencapai level 91,6. Kenaikan IKK pada bulan Mei ini juga memberi konfirmasi bahwa tren IKK sedang meningkat. Tren IKK yang naik ini juga mencerminkan daya beli masyarakat Indonesia yang makin membaik.
Berbeda dengan Indonesia, IKK di Thailand sedang menunjukkan tren yang menurun. Pada April 2009, IKK di sana turun 1,0% menjadi 72,1 dari 72,8 pada bulan sebelumnya. Bahkan, IKK di negeri gajah putih itu telah menurun sejak Maret 2008, yang pada saat itu IKK-nya berada pada level 80,7. Hal ini menggambarkan bahwa makin banyak konsumen di Thailand yang merasa pesimistis terhadap kondisi perekonomian negaranya.
Di Malaysia, makin banyak pula konsumen yang merasa pesimistis terhadap kondisi perekonomian di negaranya. Hal ini tergambar jelas dari turunnya IKK Malaysian Institute of Economic Research (MIER) dari level 115,4 pada Maret 2008 ke level 78,9 pada Maret 2009 (IKK MIER dilakukan tiap triwulan). IKK ini pernah mencapai level terendah sepanjang sejarah survei tersebut pada Juni 2008, dengan IKK pada saat itu mencapai level 70,5.

Penjualan Ritel
Salah satu indikator penting lainnya yang dapat digunakan untuk memberi gambaran tentang aktivitas ekonomi suatu negara adalah penjualan ritel. Penjualan ritel, yang biasanya disajikan dalam bentuk indeks, dapat digunakan untuk menggambarkan pola belanja konsumen secara keseluruhan. Indeks penjualan ritel yang tinggi menunjukkan tingkat belanja konsumen yang tinggi pula. Sebaliknya, indeks penjualan ritel yang rendah menunjukkan tingkat belanja konsumen yang rendah pula.
Seiring dengan perlambatan pertumbuhan PDB Indonesia sejak triwulan III–2008, penjualan ritel di Indonesia mulai menurun. Hal ini tergambar jelas dari turunnya indeks penjualan ritel di Indonesia. Pada bulan September 2008, indeks tersebut masih berada pada 121,9. Namun, pada bulan berikutnya, indeks penjualan ritel turun ke 101,7. Walaupun demikian, penjualan ritel selama periode Oktober 2008–Maret 2009 ternyata relatif cukup stabil. Hal ini terlihat dari indeks penjualan ritel yang sudah mencapai 101,8 pada Maret 2009.
Lain halnya dengan di Singapura. Di negara itu, penjualan ritel sudah mulai menurun sejak Maret 2008. Pada saat itu, indeks penjualan ritel turun ke level 109,0 dari level 115,2 pada bulan sebelumnya. Selanjutnya, indeks tersebut menunjukkan tren menurun hingga pada Maret 2009 mencapai level 99,7. Penurunan ini juga seiring dengan penurunan PDB Singapura sejak triwulan II–2008.
Negara tetangga lainnya juga mengalami hal yang sama dengan Singapura. Di Thailand, misalnya, indeks penjualan ritelnya telah turun sejak April 2008 (indeksnya turun ke level 93,2 pada bulan April dari 94,2 pada bulan Maret 2008). Dan sejak saat itu, indeks penjualan ritel di Thailand menunjukkan tren menurun hingga mencapai level 84,1 pada Maret 2009.
Di Malaysia, walaupun pertumbuhan ekonominya sudah melambat sejak kuartal II–2008, penjualan ritelnya terlihat menurun sejak September 2008. Pada bulan tersebut, indeks penjualan/perdagangan ritel dari Malaysian Institute of Economic Research (MIER) yang dilakukan tiap triwulan masih berada pada level 116,5, tetapi kemudian turun tajam ke level 52,7 pada Desember 2008.
Indikator-indikator di atas menunjukkan bahwa resesi global telah memberi dampak negatif terhadap negara-negara tetangga kita di kawasan Asia Tenggara. Indonesia pun tidak luput dari dampak negatif tersebut. Namun, pengaruhnya tidaklah sebesar pengaruh ke negara-negara tetangga kita. Bahkan, dari Early Warning System yang dikembangkan oleh Danareksa Research Institute, titik terendah siklus bisnis kita telah terdeteksi pada bulan Maret 2009. Artinya, perekonomian Indonesia akan tumbuh dengan laju pertumbuhan yang makin pesat ke depannya.

Asti Suwarni
Penulis adalah Economist Danareksa Research Institute.
Tulisan ini dikutip dari majalah Warta Ekonomi edisi 12/XXI/2009, 15-28 Juni 2009. Halaman 24-25. Judul asli tulisan ini adalah “Ekonomi Indonesia Terbaik di Asia Tenggara”

3 comments:

  1. salam sobat
    trims infonya ya,,,
    alhamdulillah kalau perekonomian INDONESIA kian membaik, bahkan terbaik di Asia Tenggara.

    selamat menunaikan ibadah puasa.

    ReplyDelete
  2. ada 2 award di home ku ambillah dengan segala kemurahan. Award itu melambangkan persahabtan dan kecintaan pada indonesia

    ReplyDelete
  3. @Nura: mari kita sama sama berdoa semoga ekonomi bangsa kita bertambah maju..........

    @Anpaki: terima kasih Awardnya...

    Selamat berpuasa mohon maaf lahir dan batin

    ReplyDelete

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)