Tuesday, 19 April 2011

97% Kondominium di Jakarta Laris Terjual

Jakarta - Penjualan kondominium di Jakarta sepanjang triwulan I-2011 masih didominasi segmen menengah atau menengah atas. Area Central Business District (CBD) masih menjadi pilihan proyek kondominium di Januari hingga Maret lalu.

Dari total suplai kondominium di Jakarta pada triwulan I-2011 mencapai 76.827 unit termasuk didalamnya pasokan baru sebanyak 635 unit kondomoinium. Angka pasokan baru ini mengalami penurunan jika dibandingkan triwulan IV-2010 yang mencapai 2.900 unit, total suplai pada periode itu 76.192 unit.

Pasokan baru unit kondominium di Jakarta diprediksi naik 5-10% per tahun. Diperkirakan selama periode 2011-2012 pasokan baru kondominium mencapai angka 10.600 unit.

Menurut Head of Strategic Consultancy Procon Savills Utami Prastiana, penjualan kondominium di Jakarta berada di level 97%, atau sama dengan prestasi periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan tren yang ada para pengembang mulai mengalihkan lokasi pembangunan pasar kondominium di luar CBD Jakarta, mengingat semakin sulitnya lahan. Jika saja ada, harganya sudah sangat tinggi.

"Pengembang mulai melirik wilayah sekunder di ibukota Jakarta. Market mencoba masuk ke kota. Tapi lahan semakin berkurang. Developer ingin sustainable, dan lebih pilih ke secondary," jelas Utami

Di sisi lain, semakin banyaknya kondominium yang tidak diimbangi dengan tingkat penyerapan yang memandai, tidak menjadikan pasar bubble. Pasalnya, area pembangunan kondominium mulai bergeser ke wilayah non CBD, seperti Jalan MT Haryono, Jalan S. Parman, dan beberapa area lain di Jakarta Barat.

"Pasar tidak ya. Yang primer, mereka akan membidik daerah yang dekat dengan CBD. Mereka mendekati sasaran market dengan pertimbangan akses," tegas Head of Research Procon, Herully Suherman. (detikFinance.com)

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)