Friday, 27 February 2015

Cara Eksentrik Menyulap Batu Akik Tradisional

Berbagai batuan asal daerah di Indonesia menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Khususnya bebatuan yang memiliki kandungan batu yang dapat diolah menjadi batu akik. Bahkan kini batu akik tengah diburu masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air.

Namun rupanya proses pengolahan batu menjadi sebuah komoditas akik di pasaran tidak sembarangan. Belum tentu batu kualitas bagus bernilai mahal jika perajin akik tidak berhati-hati dalam proses pemotongan dan lain-lain. Sebaliknya, batu kualitas sedang akan bernilai tinggi jika diolah dengan cara yang telaten dan jiwa seni tinggi.

Secara khusus, VIVA.co.id mengamati proses pembuatan sederhana batu akik yang kini tengah dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan Semarang, Jawa Tengah, pada 25 Februari-1 Maret 2015.

Warhein (35 tahun), seorang penjual sekaligus perajin, mengaku proses mengolah batu akik di tempatnya masih dilakukan secara tradisional agar hasilnya memuaskan. Pertama, batu mentah yang masih gelondongan dipotong menggunakan alat pemotong khusus batu akik, yakni gerinda.

"Perlu hati-hati pada proses ini karena ukuran dan pola yang diinginkan akan memengaruhi hasil bentuk batu akik nantinya," katanya.

Memotong batu akik pun, katanya, tidak boleh sembarangan dan tidak boleh terlalu menekan gerinda. Itu bisa membuat motif dan corak batu menjadi pecah atau retak.

Langkah kedua, setelah proses pemotongan awal, perajin biasanya menggunakan alat bantu bambu untuk menuju pada proses pembentukan batu akik sesuai keinginan. Teknisnya, gunakan bambu sebesar jari kelingking. Ujung bambu harus rata, beri perekat kuat dan taruh batu yang sudah dipotong tadi.

"Jika lem sudah kering, gunakan alat pemotong gerinda dan bentuklah batu akik sesuai keinginan. Jika polanya sudah, buatlah pola dari kertas berbentuk lingkaran dan tempelkan tepat di bawah batu akik," katanya.

Jika batu sudah berbentuk menjadi mata cincin akik, langkah selanjutnya adalah dengan menggosoknya dengan ampelas khusus. Ketebalan ampelas kira-kira antara 500-1200.

"Setelah proses pengampelasan, dilanjutkan proses penggosokan dengan serbuk intan yang paling halus. Bisa juga dicampurkan air agar batu menjadi mengkilat," imbuhnya.

Proses ikat

Markaban, seorang perajin lain, menambahkan bahwa pada dasarnya proses alami pembuatan batu akik hampir sama di banyak tempat. Tetapi yang membedakan hasilnya adalah naluri seni sang perajin.

"Kalau enggak ada ada bakat seninya, hasilnya akan jelek. Bahkan, jika batu akik akan dimasukkan ke dalam cincin, ada seni menngikat juga biar menarik," katanya.

Dalam seni ikat batu akik, ujarnya, ada dua macam, yakni teknik ikatan pakai gigi dan teknik ikatan  tanam. Biasanya, jenis batuan akik ini akan menentukan ikatan yang sesuai. Para perajin harus ekstra hati-hati dalam menentukan jenis ikatan cincin bagi setiap batu.

"Jadi tidak, bisa lepas dari penampilan. Material ikat ini diakui atau tidak akan mengangkat harga batu akik bisa menjadi lebih mahal," jelasnya.
Sumber: Vivanews

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)