Thursday, 22 July 2010

Indonesia Semakin Menarik Bagi Investor Korsel

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia semakin menarik perhatian kalangan investor Korea Selatan karena potensi pasarnya yang besar dan keberlanjutan pertumbuhan ekonominya, kata Duta Besar Kim, Ho-young.

"Di tahun-tahun mendatang, diperkirakan investasi Korea Selatan di Indonesia akan lebih meningkat," katanya menjawab pertanyaan ANTARA di Jakarta, Selasa, tentang peluang negaranya di Indonesia.

Dubes Korsel untuk Indonesia ini mengatakan, sejauh ini negaranya menempati posisi sebagai investor terbesar ke-enam dengan total jumlah perusahaan yang beroperasi mencapai 1.300 buah.

"Nilai investasi kami yang terealisasi naik dari 63,1 juta dolar AS pada 2004 menjadi 520 juta dolar AS pada 2009," katanya.

Jika sebelumnya kebanyakan investor Korsel mengembangkan usahanya di sektor-sektor seperti tekstil, produk kulit dan alas kaki karena ongkos buruhnya yang rendah, kini pola investasinya berubah, katanya.

Menurut Dubes Kim, perusahaan-perusahaan Korsel yang melirik Indonesia sebagai lokasi investasinya lebih tertarik di sektor-sektor usaha berteknologi tinggi, seperti baja, solusi teknologi informasi, hiburan, dan konstruksi.

Dipandang dari potensi riil yang ada, Indonesia tetap menarik bagi banyak investor dari negaranya. "Potensi Indonesia itu tidak terbatas," katanya.

Laporan Majalah "Business Insider" belum lama ini semakin mendukung keyakinan akan masa depan Indonesia karena, pada 2020, Indonesia bersama Australia, Meksiko, Vietnam, Nigeria, dan Afrika Selatan diperkirakan menjadi enam negara tujuan investasi yang menjanjikan, katanya.

Daya tarik besar Indonesia itu, menurut Dubes Kim, sudah sepatutnya didukung seluruh pemangku kepentingan di negara itu dengan menyelesaikan berbagai masalah infrastruktur, seperti listrik, jalan raya, transportasi dan pelabuhan.

Ia mengatakan, ketertarikan para investor Korsel terhadap Indonesia tetap besar terbukti dari selalu penuhnya penerbangan "Korean Air" dan "Garuda Indonesia" rute Seoul-Jakarta.

"Banyak di antara para penumpang itu adalah pengusaha Korea, termasuk pengusaha besar," katanya.

Indonesia dan Korsel sudah menjalin hubungan diplomatiknya sejak 1973. Pada 2006, ditandatangani Kesepakatan Kemitraan Strategis yang menjadi titik krusial dalam memajukan hubungan bilateral kedua negara.

Volume perdagangan bilateral RI-Korsel mencapai 15,3 miliar dolar AS pada 2009. Dari total volume perdagangan itu, nilai ekspor Korsel mencapai enam miliar dolar. "Perdagangan Indonesia surplus sekitar 3,3 miliar dolar," kata Dubes Kim, Ho-young. (*)(T.R013*A050/R009)

Sumber: Antaranews.com

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Banyak Atas Komentarnya... Jangan Lupa Baca Artikel Yang Lain Ya.... :)